- Presiden Xi Jinping memperingatkan Presiden Donald Trump di Beijing mengenai potensi konflik militer akibat isu kedaulatan Taiwan.
- Pemerintah China menentang keras dukungan senjata Amerika Serikat terhadap Taiwan karena dianggap sebagai pelanggaran prinsip Satu China.
- Ketegangan geopolitik terkait Taiwan diprediksi dapat mengganggu stabilitas keamanan serta kondisi ekonomi global secara sangat signifikan.
Suara.com - Presiden China, Xi Jinping, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat bahwa hubungan kedua negara adidaya tersebut berisiko mengalami benturan hingga konflik militer terbuka jika isu kedaulatan Taiwan tidak ditangani secara hati-hati.
Ancaman tegas ini disampaikan langsung oleh Xi kepada Presiden AS Donald Trump dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi di Balai Agung Rakyat, Beijing, yang turut membahas ketegangan di Timur Tengah.
Sikap tak kompromi Beijing ini menunjukkan bahwa mereka siap mempertaruhkan segalanya demi mempertahankan prinsip "Satu China" dari campur tangan Washington yang terus memprovokasi dengan mengirimkan pasokan senjata bernilai triliunan rupiah.
Garis Merah Kedaulatan di Selat Taiwan
Kantor berita resmi Xinhua pada hari Kamis (14/5) melaporkan bahwa Xi Jinping secara blak-blakan telah menyampaikan potensi skenario terburuk kepada tamunya dari Gedung Putih.
"Jika ditangani dengan benar, hubungan bilateral akan menikmati stabilitas secara keseluruhan. Jika tidak, kedua negara akan mengalami benturan bahkan konflik yang membahayakan seluruh hubungan," kata Xi.
Pemimpin China tersebut menyebut isu Taiwan sebagai "masalah paling penting dalam hubungan China-AS" yang tidak bisa ditawar sama sekali.
Xi dengan lugas menegaskan bahwa perdamaian di Selat Taiwan mustahil berjalan beriringan dengan segala bentuk upaya kemerdekaan yang didukung oleh kekuatan asing.
Menurutnya, menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan tersebut merupakan kepentingan bersama terbesar bagi kedua negara adidaya di panggung global.
Baca Juga: Kabar Gembira! Trump Hapus Jaminan Visa Rp245 Juta untuk Pemegang Tiket Piala Dunia 2026
Provokasi Senjata dan Desakan Senator AS
Di samping isu sensitif Taiwan, kedua pemimpin negara juga dilaporkan turut membahas konflik yang sedang membara di Timur Tengah, serta sengketa perdagangan dan tarif impor.
Pada Senin sebelumnya, Donald Trump memang telah mengutarakan niatnya untuk secara terbuka membahas dukungan penuh AS terhadap pertahanan kedaulatan Taiwan bersama Xi Jinping.
Laporan dari The New York Times mengungkap bahwa sebuah kelompok senator bipartisan telah mendesak Trump untuk segera melanjutkan paket penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS atau sekitar Rp245,3 triliun.
Paket bantuan militer raksasa tersebut diketahui telah tertunda selama berbulan-bulan di tingkat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Sebagai pemasok utama perangkat keras militer bagi Taiwan, Washington sebelumnya telah menyetujui penjualan senjata senilai 11 miliar dolar AS pada tahun lalu.
Berita Terkait
-
Warisan Mao Zedong! Fakta Great Hall of the People yang Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Xi
-
AS Bebaskan Suporter Piala Dunia 2026 dari Sejumlah Negara dari Kewajiban Deposit Visa
-
Apa Itu Thucydides Trap? Konsep Geopolitik yang Bikin Trump Terdiam di Depan Xi Jinping
-
Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa
-
Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik