- Presiden Xi Jinping memperingatkan Presiden Donald Trump di Beijing mengenai potensi konflik militer akibat isu kedaulatan Taiwan.
- Pemerintah China menentang keras dukungan senjata Amerika Serikat terhadap Taiwan karena dianggap sebagai pelanggaran prinsip Satu China.
- Ketegangan geopolitik terkait Taiwan diprediksi dapat mengganggu stabilitas keamanan serta kondisi ekonomi global secara sangat signifikan.
Keputusan provokatif tersebut secara langsung memicu protes keras dari pemerintah di Beijing yang menganggapnya sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan yang sangat serius.
Latar Belakang Isu: Sengketa Panjang "Satu China"
Pemerintah China secara konsisten menganggap Taiwan sebagai sebuah provinsi yang memisahkan diri dan akan dipersatukan kembali dengan daratan utama, jika perlu dengan kekuatan militer.
Sementara itu, Taiwan yang telah menjalankan pemerintahan independennya sendiri sejak tahun 1949 terus berupaya mempertahankan status kedaulatannya di tengah tekanan geopolitik yang semakin meningkat.
Peringatan keras dari Xi Jinping ini menjadi sinyal jelas bagi Donald Trump bahwa kesabaran Beijing terhadap intervensi militer AS di kawasan kini telah mencapai batasnya.
Konflik terbuka antara dua negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia ini diprediksi akan menimbulkan guncangan hebat bagi stabilitas keamanan dan ekonomi global secara keseluruhan.
Berita Terkait
-
Warisan Mao Zedong! Fakta Great Hall of the People yang Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Xi
-
AS Bebaskan Suporter Piala Dunia 2026 dari Sejumlah Negara dari Kewajiban Deposit Visa
-
Apa Itu Thucydides Trap? Konsep Geopolitik yang Bikin Trump Terdiam di Depan Xi Jinping
-
Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa
-
Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit
-
Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja
-
Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO
-
Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan
-
Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?
-
3 Rekomendasi Face Oil Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Ada yang Cuma Rp20 Ribuan
-
Dari Nasi Goreng Kecombrang Hingga Americano Peach, Kuliner Berkelas Hadir di Beanfinity
-
Ekonom CORE Apresiasi Pemerintah Berkomitmen Jaga Defisit di bawah 3 Persen