News / Internasional
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB
Aksi penembakan terjadi Islamic Center of San Diego, Amerika Serikat, Senin (18/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Aksi penembakan terjadi di Islamic Center, San Diego, pada Senin (18/5/2026), mengakibatkan tiga orang tewas di lokasi.
  • Dua pelaku remaja bernama Cain Clark dan Caleb Velasquez ditemukan tewas di dalam mobil akibat bunuh diri.
  • Aparat menemukan bukti tulisan anti-Islam serta simbol Nazi yang mengindikasikan aksi tersebut bermotif kebencian dan supremasi.

Suara.com - Aksi penembakan terjadi Islamic Center San Diego, Amerika Serikat, Senin (18/5/2026) waktu setempat.

Penembakan itu menewaskan tiga orang di sekitar masjid sebelum dua pelaku ditemukan tewas akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri di dalam mobil BMW putih.

Dua pelaku diidentifikasi sebagai Cain Clark berusia 17 tahun dan Caleb Velasquez berusia 18 tahun.

Dilansir dari laporan NY Post, salah satu pelaku Cain Clark, membawa senjata dari rumah orang tuanya dan meninggalkan catatan bernada supremasi ras.

Clark diketahui pernah menjadi pegulat sekolah menengah di Madison High School.

Polisi menemukan tulisan anti-Islam di kendaraan pelaku serta ujaran kebencian pada senjata yang digunakan dalam penyerangan.

Aksi penembakan terjadi Islamic Center of San Diego, Amerika Serikat, Senin (18/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]

Aparat juga menemukan tabung bensin dengan simbol SS yang identik dengan organisasi paramiliter Nazi pada era Adolf Hitler.

Kepolisian San Diego mengungkapkan insiden bermula setelah menerima laporan tentang remaja yang kabur dari rumah sekitar pukul 09.42 pagi.

Sang ibu disebut khawatir anaknya memiliki kecenderungan bunuh diri dan melaporkan beberapa senjata api serta mobil keluarganya hilang.

Baca Juga: Dorrr! Penembakan Terjadi di Islamic Center San Diego Amerika, Ada Korban WNI?

Menurut polisi, kedua pelaku mengenakan pakaian loreng saat meninggalkan rumah.

Meski belum mengonfirmasi secara resmi keterkaitan laporan itu dengan penembakan, detail yang muncul disebut cocok dengan profil para pelaku.

Tiga korban tewas di lokasi termasuk seorang petugas keamanan masjid bernama Amin Abdullah yang disebut polisi berhasil mencegah jumlah korban lebih besar.

Abdullah diketahui merupakan ayah dari delapan anak.

Imam masjid, Taha Hassane, memastikan para siswa dan staf berhasil dievakuasi dengan selamat setelah polisi tiba di lokasi.

“Kami aman. Semua anak-anak, staf, dan guru berhasil keluar dari Islamic Center,” kata Hassane dalam video yang beredar di komunitas Muslim California.

Load More