- Sidang tuntutan empat anggota BAIS TNI di Pengadilan Militer Jakarta pada 20 Mei 2026 resmi ditunda oleh oditur.
- Penundaan dilakukan karena oditur militer memerlukan keterangan tambahan dari saksi ahli medis terkait kondisi korban Andrie Yunus.
- Dua dokter spesialis RSCM dihadirkan sebagai saksi ahli untuk memberikan penjelasan objektif mengenai kondisi kesehatan korban saat ini.
Suara.com - Sidang tuntutan terhadap empat anggota BAIS TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang seharusnya digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (20/5/2026), batal dibacakan.
Oditur militer memutuskan menunda pembacaan tuntutan lantaran masih memerlukan keterangan tambahan dari saksi ahli medis.
"Tuntutan akan kami bacakan setelah pemeriksaan saksi-saksi tambahan ini," ujar salah satu oditur militer di awal persidangan.
Sebagai gantinya, oditur menghadirkan dua dokter spesialis dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yakni dokter bedah plastik Parintosa Atmodiwirjo dan dokter spesialis mata Faraby Martha untuk memberikan keterangan ahli di persidangan.
Parintosa diketahui merupakan ketua tim medis yang sejak awal menangani kondisi Andrie Yunus setelah insiden pada 13 Maret 2026.
"Yang merawat dari awal sampai hari ini," jelas oditur militer.
Penundaan tersebut tidak menuai keberatan dari majelis hakim maupun penasihat hukum para terdakwa. Keduanya sepakat bahwa keterangan medis diperlukan untuk memperjelas kondisi korban secara objektif.
"Kami tidak keberatan untuk membuktikan kebenaran yang ada," ucap salah satu penasihat hukum.
Sidang tetap berjalan dengan agenda pemeriksaan saksi ahli karena kedua dokter dari RSCM yang dijadwalkan telah hadir di ruang persidangan.
Baca Juga: Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
KemenHAM: Pemerintah Sedang Upayakan Pembebasan WNI yang Ditahan Israel
-
Soroti Anggaran Jumbo untuk MBG di Sidang MK, JPPI: Jutaan Anak Masih Belajar di Sekolah Rusak
-
TAUD Bongkar Dugaan Aktor Sipil di Balik Penyiraman Andrie Yunus: Jangan Hanya Hukum Eksekutor!
-
Sidang Tuntutan Terdakwa Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Mundur ke 3 Juni, Ada Apa?
-
Terancam Pidana Berat, 4 Oknum TNI Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Hadapi Sidang Tuntutan
-
Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP
-
Puan Maharani Senyum-senyum Usai Prabowo Puji dan Terima Kasih ke PDIP di Paripurna
-
Jelang Iduladha, Harga Cabai Rawit di Jakarta Tembus Rp80 Ribu per Kg!
-
Thailand Pangkas Masa Bebas Visa WNA usai Marak Kasus Kejahatan
-
TPST Bantargebang Tutup 2027, Pemprov DKI Bakal Beri Insentif ke RW yang Lakukan Pemilahan Sampah