- Dua remaja melakukan serangan bersenjata di Islamic Center San Diego pada 18 Mei yang menewaskan tiga pria dewasa.
- Petugas keamanan Amin Abdullah gugur saat menyelamatkan 140 siswa sekolah dari ancaman penembak melalui prosedur penguncian darurat.
- Pelaku ditemukan tewas bunuh diri dengan motif kebencian rasial serta anti-Islam yang ditemukan pada kendaraan dan senjata.
Suara.com - Tragedi memilukan menghantam Islamic Center of San Diego, Amerika Serikat, pada 18 Mei lalu, mengubah tempat ibadah yang tenang menjadi saksi bisu aksi kekerasan yang brutal.
Di tengah persiapan masyarakat menyambut hari raya Idul Adha, serangan teroris bersenjata justru merenggut nyawa dan meninggalkan trauma mendalam bagi mereka yang berada di sana, terutama anak-anak.
Tiga pria dewasa dikonfirmasi tewas dalam serangan tersebut, sementara para pelaku yang merupakan dua remaja akhirnya mengakhiri hidup mereka sendiri.
Odai Shanah, seorang bocah berusia 9 tahun, menjadi salah satu saksi hidup yang merasakan langsung ketakutan luar biasa saat peluru mulai dimuntahkan.
Dikutip dari Newsner, Odai sedang mengikuti kegiatan belajar di Bright Horizon Academy, sekolah yang terletak di dalam kompleks masjid, ketika suara tembakan mendadak pecah di area parkir.
Dalam suasana kacau tersebut, guru-guru dengan sigap menggiring Odai dan teman-temannya untuk bersembunyi di dalam lemari kelas.
Di dalam ruang sempit dan gelap itu, anak-anak saling berpelukan sambil menahan napas. Odai menceritakan bahwa dia mendengar antara 12 hingga 16 tembakan tambahan saat mereka bersembunyi.
"Kaki saya gemetar, tangan dan kepala saya rasanya sakit sekali," ungkap Odai saat menggambarkan rasa takut yang membuatnya merasa kaku seperti batu.
Ketegangan memuncak hingga akhirnya pasukan SWAT bersenjata lengkap membuka pintu tempat mereka bersembunyi untuk melakukan evakuasi.
Baca Juga: Tiga Korban Tewas Penyerangan Masjid San Diego Selamatkan Nyawa 140 Anak
Namun, momen evakuasi tersebut justru menyisakan ingatan pahit bagi Odai. Saat dipandu keluar dengan tangan di atas kepala, dia menyaksikan pemandangan yang seharusnya tidak pernah dilihat oleh anak seusianya.
Odai melihat jenazah para korban tergeletak di luar gedung. "Kami melihat banyak hal buruk, orang-orang terkapar di tanah," tuturnya dengan nada pilu.
Bagi orang tua Odai, kejadian ini sangat menyakitkan karena mereka pindah dari Gaza dan Yordania demi mencari keselamatan di Amerika Serikat, namun justru mendapati kekerasan serupa di rumah baru mereka.
Kejadian ini diyakini bisa berakibat jauh lebih fatal jika bukan karena keberanian Amin Abdullah, seorang penjaga keamanan masjid yang telah bekerja selama lebih dari satu dekade.
Amin sempat memberikan peringatan melalui walkie-talkie dan mengaktifkan prosedur penguncian (lockdown) sebelum akhirnya ditembak oleh pelaku.
Aksi heroiknya berhasil mengalihkan perhatian penembak sehingga sekitar 140 anak yang berada di dalam sekolah selamat tanpa luka fisik. Amin dikenal sebagai sosok yang selalu menyapa jemaah dengan senyuman dan salam.
Berita Terkait
-
Tiga Korban Tewas Penyerangan Masjid San Diego Selamatkan Nyawa 140 Anak
-
Gertakan atau Ancaman Nyata? Klaim Donald Trump Tunda Serangan Bikin Iran Ketar-ketir
-
Balas Ancaman Trump, Iran: Teluk Oman akan Jadi Pemakaman AL AS
-
Tutup Pintunya! Kata-kata Terakhir Amin Abdullah Sebelum Dibunuh Pelaku Penembakan Masjid San Diego
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?
-
4 Rekomendasi Cleansing Balm Lokal Terbaik untuk Makeup Waterproof, Mulai Rp50 Ribuan
-
'Tidak Benar!' KPK Bantah OTT Pejabat Pemkab Bogor
-
Dukung Guru PPPK Diangkat Jadi PNS, Legislator PDIP Minta Wilayah 3T dan NTT Jadi Prioritas
-
Tiga Polisi di Bengkalis Demosi 3 Tahun, Patsus 30 Hari Imbas Kasus Penganiayaan
-
Lawan Praperadilan Febrie Adriansyah, Polri Siapkan Bukti Surat dan Ahli Besok
-
Diskon Istimewa, Manfaatkan Promo HUT Superindo dan BRI Selama Agustus 2026
-
Rugikan Negara Rp255 Miliar! Bos Isargas Arso Sadewo Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan
-
5 Perbedaan Rice Cooker Digital vs Manual, Mana yang Paling Awet dan Tahan Lama?
-
Jadwal Lengkap Persib Bandung di Super League 2026/2027: Era Baru Igor Tolic Dimulai