- Putri Ahmad Bahar berencana melaporkan Hercules dan GRIB Jaya ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana penculikan dan persekusi.
- Peristiwa dugaan intimidasi tersebut dilaporkan terjadi di Cimanggis, Depok, dan kantor DPP GRIB Jaya pada 17 Mei 2026 lalu.
- DPP GRIB Jaya membantah seluruh tuduhan tersebut serta telah melaporkan balik keluarga Ahmad Bahar karena narasi yang dianggap menyesatkan.
Suara.com - DPP GRIB Jaya angkat bicara merespons rencana pelaporan yang akan dilayangkan putri Ahmad Bahar berinisial F ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2026) besok.
F berencana melaporkan organisasi tersebut beserta pemimpinnya, Rosario de Marshall alias Hercules, atas dugaan penculikan, indikasi penyanderaan, persekusi, penggunaan senjata api, hingga pelecehan martabat perempuan yang diduga terjadi pada 17 Mei 2026 di kawasan Cimanggis, Depok.
Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, justru mempertanyakan kesiapan pihak pelapor dalam hal alat bukti dan saksi.
“Ya, biarkan lah kepolisian membuktikan, anak ini buktinya apa, saksi dia siapa,” ujar Wilson saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
Wilson turut mengungkap bahwa GRIB Jaya telah lebih dulu mengambil langkah hukum dengan membuat laporan polisi terhadap narasi Ahmad Bahar dan keluarga yang dianggap menyesatkan pada Rabu (20/5/2026).
“Ketika sudah tersedia kesepakatan damai, kami melihat mereka masih membuat narasi-narasi yang tendensius di media sosial, di seluruh platform,” paparnya, menjelaskan alasan pelaporan.
Menanggapi kemungkinan pemanggilan dari Polda Metro Jaya atas laporan putri Ahmad Bahar, Wilson menegaskan GRIB Jaya sama sekali tidak gentar untuk menghadirinya.
“Oh, sangat siap. Orang pemicunya dari mereka, gimana kami nggak siap?” jawabnya.
Wilson juga membantah narasi yang menempatkan F sebagai korban tunggal dalam peristiwa tersebut, dan menyebut pihak keluarga Hercules pun mengalami tekanan serupa.
Baca Juga: GRIB Jaya Balik Serang Pihak Ahmad Bahar: Tuding Lakukan Doxing hingga Istri Hercules Trauma
“Jangan memutar balikkan bahasa bahwa itu dia korban. Keluarga Hercules juga jadi korban, intimidasi, teror,” tegas Wilson.
Anggota GRIB Jaya sendiri awalnya datang ke Cimanggis, Depok pada 17 Mei 2026 untuk menemui Ahmad Bahar di kediamannya.
Mereka ingin meminta penjelasan tentang konten yang dinilai menyinggung Hercules terkait perseteruannya dengan tokoh politik senior Amien Rais, sekaligus beredarnya ancaman terhadap orang-orang terdekat Hercules dari nomor F.
Namun karena Ahmad Bahar sedang tidak berada di rumah, rombongan membawa F ke kantor pusat DPP GRIB Jaya di Jakarta Barat.
F ditahan di markas GRIB Jaya selama kurang lebih enam jam, sejak selepas Magrib sekitar pukul 18.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.
Selama di sana, F mengaku dikelilingi oleh banyak laki-laki berbadan besar, hingga akhirnya ia tak kuasa lagi bersuara.
Puncak intimidasi terjadi ketika Hercules disebut melontarkan kata-kata yang merendahkan, mengancam hendak mempermalukan sang ayah hingga mengeluarkan pistol.
GRIB Jaya membantah lewat penegasan bahwa kedatangan Satgas mereka ke kediaman Ahmad Bahar tidak dilakukan secara ilegal maupun sepihak.
Mereka juga menolak klaim bahwa putri Ahmad Bahar disandera atau mendapat tekanan di dalam ruangan tertutup ketika dibawa ke kantor DPP.
Berita Terkait
-
GRIB Jaya Balik Serang Pihak Ahmad Bahar: Tuding Lakukan Doxing hingga Istri Hercules Trauma
-
Putri Ahmad Bahar Polisikan Hercules Terkait Penculikan hingga Teror Senjata Api
-
Pistol Ditembakkan Dua Kali, Putri Ahmad Bahar Ungkap Malam Mencekam di Markas GRIB Jaya
-
Trauma Berat, Putri Ahmad Bahar Adukan Dugaan Intimidasi Ormas GRIB Jaya ke Komnas HAM
-
Polda Metro Jaya Bongkar Modus Relasi Kuasa Pelatih Sepatu Roda yang Cabuli Anak Didiknya
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif