- Kodim 0623/Cilegon melaksanakan program TMMD ke-128 di Kelurahan Mekarsari, Kota Cilegon, pada 22 April hingga 21 Mei 2026.
- Program ini membangun infrastruktur jalan, akses air bersih, sanitasi, serta merenovasi 11 rumah tidak layak huni bagi warga.
- Kegiatan mencakup pembangunan fisik dan non-fisik melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, serta sektor swasta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi Nyata di Pintu Gerbang Maritim
Kehadiran tentara di tengah pemukiman disambut hangat oleh jajaran pemerintahan daerah. Walikota Cilegon, Robinsar menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui tangan kemanusiaan TNI.
"Kami mengapresiasi Korem dan Kodim yang telah melaksanakan TMMD tahun ini. Penyelenggaraan TMMD ini juga langkah konkret, langkah pasti, langkah nyata TNI hadir, TNI Manunggal bersama masyarakat kami dari Pemkot Cilegon siap berkolaborasi dan siap mensuport," kata Robinsar dengan penuh optimisme.
Kolaborasi ini melahirkan target sasaran fisik yang masif untuk membuka keterisolasian daerah. Poin utama sasaran fisik tersebut adalah pembukaan badan jalan baru sepanjang 2.800 meter dengan lebar 6 meter.
Tidak hanya membuka jalan baru, Satgas TMMD juga melakukan pengerasan badan jalan sepanjang 1.800 meter dengan lebar 6 meter.
Infrastruktur transportasi ini disempurnakan dengan pembuatan saluran air sepanjang 80 meter guna mencegah abrasi tanah.
Sebab, jalan adalah urat nadi kehidupan yang mengalirkan kesejahteraan dari kota hingga ke pucuk bukit.
Dengan jalan yang memadai, mobilitas warga untuk bekerja ke pelabuhan dan kawasan industri kini menjadi jauh lebih mudah.
Membasuh Dahaga, Menegakkan Tiang Rumah
Baca Juga: Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih Usai TMMD di Cilegon: Jaga Hasil Pembangunan
Seperti air bersih yang mengalir dari dada bumi menembus batu cadas, begitulah ketulusan mengalir tanpa suara, membasuh luka-luka kemiskinan hingga menjelma senyum di ujung petang.
Masalah mendasar warga Mekarsari bukan sekadar jalan, melainkan juga akses sanitasi dan air bersih yang layak.
Melalui Program Unggulan TNI AD, diletakkan fondasi-fondasi sosial yang menyentuh langsung jantung kehidupan rumah tangga masyarakat.
Sebanyak 10 unit sumur bor dan sistem pipanisasi dibangun secara gotong royong untuk mengatasi krisis air bersih menahun.
Fasilitas ini menjadi penyelamat bagi warga kurang mampu yang selama ini kesulitan mendapatkan air higienis.
Ibu Surtini (65 tahun), warga Lingkungan Kubang Lesung Kulon, menjadi salah satu lansia yang mencicipi langsung berkah air bersih ini.
Selain itu, program unggulan ini juga berhasil mendirikan 5 unit MCK sehat untuk mematangkan pola hidup bersih.
"Fasilitas MCK menjadi kebutuhan mendasar yang selama ini sulit dipenuhi secara mandiri," ungkap Rusyanto, seorang warga penerima manfaat dengan wajah berbinar.
Kini, mereka tidak perlu lagi berjalan jauh hanya untuk urusan sanitasi harian.
Taji TMMD ke-128 semakin terasa lewat bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 11 unit.
Kebahagiaan mendalam ini dirasakan langsung oleh Ibu Asiah dan Ibu Sariah yang rumahnya terpilih untuk direnovasi total.
Air mata mereka menetes, melakukan sujud syukur di atas lantai keramik baru yang kini mengilap bersih.
Rumah yang dulunya lapuk dan roboh, kini berdiri kokoh dengan balutan cat cerah serta dilengkapi bantuan sembako.
Memahat Jiwa Lewat Edukasi
Dansatgas TMMD 128 Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, menegaskan pentingnya keseimbangan pembangunan.
Baginya, menyembuhkan fisik desa harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter manusianya.
“TMMD ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan rumah, tetapi juga kegiatan non-fisik seperti penyuluhan kepada masyarakat,” terang Letkol Inf Imam Buchori di lokasi kerja.
Sasaran non-fisik digulirkan secara terstruktur melalui 12 program penyuluhan dan sosial yang variatif.
Program tersebut meliputi Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, KB Kesehatan, Bahaya Narkoba, Kamtibmas, hingga Penyuluhan Keagamaan.
Aspek kesejahteraan sosial juga diperkuat lewat Posyandu dan Posbindu PTM, Sosialisasi Han Pangan, Penyuluhan Pendidikan, serta Kesehatan hingga penanganan stunting.
Layanan langsung seperti donor darah, pembuatan akta gratis, dan operasi katarak massal turut memadati agenda harian warga.
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, dalam amanat tertulisnya menyampaikan esensi terdalam dari gerakan kemanunggalan ini.
Menurutnya, TMMD adalah ruang kebersamaan yang mempertemukan semua elemen bangsa dalam satu roh gotong royong.
“Melalui program ini, TNI hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan serta mendorong percepatan pembangunan di wilayah. Keberhasilan tersebut mencerminkan komitmen, semangat gotong royong, serta dedikasi tinggi seluruh personel Satgas TMMD bersama masyarakat,” tegas Mayjen TNI Kosasih.
Warisan Gotong Royong yang Abadi
Keberhasilan program skala besar ini tidak lepas dari pola kolaborasi lintas sektor yang sangat solid.
Sebanyak 192 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari 97 anggota TNI AD, 25 TNI AL, 25 anggota Polres, 25 pegawai Pemda, dan 20 warga lokal.
Untuk program RTLH, Kodim 0623/Cilegon menggandeng mitra perusahaan besar seperti PT Indonesia Power, Krakatau Steel Grup (PT KBS, PT KSI, PT KTI), PT Cabot, Perkim Pemkot Cilegon, dan Baznas.
Langkah ini membuktikan kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat sekitar.
Sementara itu, pembangunan sumur bor disokong penuh melalui kolaborasi dengan PT NSI, Bank Mandiri, PT SUJ, PT Cemindo, dan PT Pelindo. Semua bergerak serentak demi satu tujuan yakni, menyejahterakan warga Mekarsari.
Hubungkan Akses Pedalaman Cilegon
Sejumlah prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon membuka jalan di pedalaman Merak tepatnya di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten. Jalan sepanjang 2,8 kilometer itu menghubungkan Lingkungan Langon ke Lingkungan Tembulun.
Proyek garapan prajurit TNI ini dirancang untuk mempermudah akses warga hingga mendongkrak perekonomian di wilayah tersebut.
Sebelumnya, warga sekitar harus melintasi jalan memutar dengan jarak 3,6 kilometer dengan waktu tempuh 20 menit, dengan kondisi lebar jalan hanya 3 meter. Kini, melalui jalan baru jaraknya hanya 2,8 kilometer dengan waktu tempuh 15 menit dan kondisi jalan lebih lebar yakni 8 meter.
Tim Wasev TMMD ke-128 sekaligus Kadispenad, Brigjen Dony Pramono yang menijau pembukaan jalan itu mengingatkan agar hasil-hasil ini dijaga dengan baik.
“Mari kita pelihara bersama-sama merawat dan memelihara hasil TMMD agar masa pakai lebih lama guna peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Dalam program TMMD, ujar dia, tujuannya jelas. Dimana dalam melakukan kegiatan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder.
“Apalagi Kota Cilegon banyak sekali dengan industri. Dan ini hasilnya akan diserahkan kepada masyarakat,”tuturnya.
“jadi, dalam TMMD untuk skala prioritas tidak harus selesai saat ini juga. Misalnya akan dilanjutkan pembangunan fisik ditahun depan,”ucapnya.
Ia menambahkan, capaian program TMMD harus diperluas. Dan selaras dengan program unggulan TNI AD. Dan tak lupa tingkatkan kepercayaan public melalui hasil kerja nyata dan berdampak langsung.
Pada hari Kamis, 21 Mei 2026, Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, resmi menutup program ini di Lapangan Pelabuhan Indah Kiat. Ia berpesan agar api gotong royong ini tidak boleh padam pasca-penutupan.
“Saya berharap semangat atau spirit TMMD ini terus hidup dalam kegiatan-kegiatan lainnya. Tidak ada kata tidak bisa apabila seluruh stakeholder memiliki niat untuk bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Danrem dengan tegas.
Ketika tenda-tenda mulai dikemas dan prajurit kembali ke barak, jejak juang mereka telah abadi di sela bebatuan, mengalir bersama air bersih, dan menetap di dalam doa-doa tulus warga Mekarsari yang kini menatap esok dengan binar mata penuh harapan.
Berita Terkait
-
Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih Usai TMMD di Cilegon: Jaga Hasil Pembangunan
-
Prajurit TNI, Tangis Masyarakat dan Harapan Indonesia Emas 2045
-
TNI Bangun Jalan di Pedalaman Cilegon, Distribusi Hasil Bumi Jadi Lebih Mudah
-
Dukung Asta Cita Prabowo Subianto, Kodim 0623 Cilegon Ajak Pelajar Melek Ketahanan Pangan
-
10 Tahun Memprihatinkan, Prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon dan Warga Perbaiki Musala di Langon
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung
-
Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka