-
Kematian tragis artis India Twisha Sharma memicu kemarahan publik atas dugaan kasus kekerasan mas kawin.
-
Mertua korban yang merupakan pensiunan hakim dituduh menggunakan pengaruhnya untuk memanipulasi penyelidikan polisi.
-
Keluarga korban berjanji akan terus berjuang mengungkap kebenaran di balik kejanggalan hasil autopsi.
Suara.com - Kematian tragis model dan artis asal India, Twisha Sharma, menyingkap tabir gelap di balik megahnya dinding rumah tangga kaum elit. Isu ini seketika memicu kemarahan publik setelah keterlibatan keluarga penegak hukum terpandang mulai terendus.
Kasus ini melampaui statistik kematian akibat mas kawin (dowry death) biasa di India. Peristiwa ini langsung menjadi sorotan nasional karena membenturkan antara pencarian keadilan dan tembok besar pengaruh kekuasaan.
Misteri yang menyelimuti kematian perempuan berusia 33 tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai penegakan hukum di India. Publik mempertanyakan apakah hukum pidana mampu berlaku adil ketika berhadapan dengan mantan anggota peradilan itu sendiri.
Twisha Sharma ditemukan tidak bernyawa di rumah pernikahannya di Bhopal hanya dalam waktu lima bulan setelah mengikat janji suci bersama suaminya. Suami korban merupakan seorang pengacara bernama Samarth Singh.
Keluarga korban menduga kuat adanya tindakan pembunuhan yang berlatar belakang tuntutan mas kawin yang tiada henti. Di sisi lain, pihak mertua bersikeras menyebut peristiwa ini murni sebagai tindakan bunuh diri akibat masalah kesehatan mental.
Petugas kepolisian Rajnish Kashyap Kaul menyatakan bahwa pihak berwenang telah mengambil tindakan hukum terkait laporan ini.
"Kami telah mendaftarkan kasus kematian akibat mas kawin terhadap keluarga Singh dan sedang menyelidiki apakah kematian Twisha adalah pembunuhan atau bunuh diri," ujarnya kepada BBC Hindi.
Pengadilan setempat telah memberikan jaminan penangguhan penahanan kepada ibu mertua korban, Giribala Singh, yang merupakan seorang pensiunan hakim. Namun, pengadilan dengan tegas menolak permohonan jaminan bagi sang suami yang saat ini masih melarikan diri.
Giribala Singh mengaku tidak mengetahui keberadaan putranya namun menegaskan bahwa sang anak akan tetap mengupayakan jalur hukum. Ia juga mengeluhkan tekanan publik yang sangat masif terhadap keluarganya saat ini.
Baca Juga: Anggun C Sasmi Curhat Rumahnya di Paris Dibobol Maling, Cincin Berlian Kesayangan Raib
"Pengacara kami menyarankannya untuk tetap menjauh. Dia memberi tahu putra saya bahwa dia akan dihakimi massa jika muncul. Ada kecaman keras terhadap dirinya, orang-orang menuntut agar dia digantung," ungkap Giribala kepada platform video Mojo Story.
Mantan hakim tersebut juga menambahkan bahwa situasi ini membuat keluarganya tidak memiliki ruang untuk berkabung atas kehilangan tersebut.
"Anda harus ingat bahwa putra saya telah kehilangan orang yang sangat dicintainya, dia kehilangan pendamping hidupnya. Dan kami bahkan tidak bisa berduka… Semua orang menentang kami," tuturnya.
Keluarga Sharma menolak hasil autopsi awal yang menyatakan Twisha meninggal akibat gantung diri karena menemukan sejumlah luka fisik pra-kematian. Mereka meyakini ada upaya sistematis dari pihak-pihak berpengaruh untuk mengaburkan fakta yang sebenarnya.
Kecurigaan ini diperkuat oleh dokumen pesan singkat digital yang dikirimkan Twisha sebelum mengembuskan napas terakhirnya. Pesan tersebut menggambarkan penderitaan mendalam yang dialaminya selama menjalani bahtera rumah tangga.
"Hidupku seperti neraka jahanam," bunyi salah satu pesan singkat Twisha yang dirilis oleh pihak keluarganya kepada media.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi
-
Makin Panas, Makin Banyak AC: Mengapa Kota Tetap Perlu Solusi Iklim Kolektif?
-
Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha
-
Diduga Diancam Pakai Pistol dan Disandera, Ilma Sani Polisikan Oknum GRIB Jaya
-
Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS
-
Tak Cukup Gaji Puluhan Juta? Dirjen Bea Cukai Diduga Terima Suap Rp2,9 Miliar, Terancam Dicopot
-
Banding Ditolak, Eks Sekretaris MA Nurhadi Tetap Mendekam 5 Tahun Penjara
-
Manfaat Baru untuk Kurir SPX Express, dari Umrah hingga Beasiswa S1 untuk Anak
-
Kondisi Sudah Darurat, Sejumlah Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
-
Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya dari Rakaat 1 sampai 2 Lengkap