-
Kematian tragis artis India Twisha Sharma memicu kemarahan publik atas dugaan kasus kekerasan mas kawin.
-
Mertua korban yang merupakan pensiunan hakim dituduh menggunakan pengaruhnya untuk memanipulasi penyelidikan polisi.
-
Keluarga korban berjanji akan terus berjuang mengungkap kebenaran di balik kejanggalan hasil autopsi.
Pertikaian juga dilaporkan memuncak saat korban diketahui mengandung, di mana pihak mertua dituduh mempertanyakan moralitas korban hingga memaksanya melakukan aborsi. Tuduhan keji tersebut dibantah keras oleh Giribala, yang justru mengklaim bahwa aborsi dilakukan atas keinginan Twisha sendiri.
Malam sebelum ditemukan tewas pada 12 Mei menjadi komunikasi terakhir antara Twisha dan ayah kandungnya, Navnidhi Sharma. Panggilan telepon yang terputus secara tiba-tiba menjadi awal dari mimpi buruk keluarga besar Sharma.
"Twisha sedang berbicara dengan ibunya ketika tiba-tiba talian telepon terputus," kata Navnidhi Sharma kepada BBC Hindi.
Navnidhi menceritakan bahwa telepon korban tidak dapat dihubungi selama dua puluh menit berikutnya sebelum akhirnya diangkat oleh sang mertua.
"Dia sudah tidak ada lagi," ucap Giribala Singh saat itu, memberikan kabar kematian yang mengejutkan.
Keluarga korban mempertanyakan mengapa pihak mertua tidak segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian malam itu juga.
Seorang pensiunan hakim pasti tahu apa protokol dalam kasus-kasus seperti ini," gugat Navnidhi Sharma retoris.
Kasus kematian akibat mas kawin atau dowry death tetap menjadi epidemi sosial yang menakutkan di India meskipun praktik tersebut telah dilarang sejak tahun 1961. Saban tahun, ribuan wanita muda di India menjadi korban kekerasan fatal akibat ketidakpuasan pihak keluarga pria terhadap materi yang dibawa pengantin wanita.
Twisha Sharma merupakan seorang figur publik yang memenangi gelar Miss Pune pada tahun 2012 dan sempat berkarier di industri perfilman Telugu sebelum beralih menjadi profesional pemasaran. Latar belakang profil korban yang populer serta posisi mentereng keluarga suaminya di ranah hukum membuat kasus ini memicu gelombang desakan keadilan sosial yang masif di media sosial.
Baca Juga: Anggun C Sasmi Curhat Rumahnya di Paris Dibobol Maling, Cincin Berlian Kesayangan Raib
Di tengah polemik ini, Kepala Menteri Madhya Pradesh Mohan Yadav menjanjikan investigasi menyeluruh demi memastikan transparansi hukum. Respons ini muncul menyusul pengakuan dari Komisioner Polisi Bhopal mengenai adanya kelalaian prosedur dalam tahapan awal penyelidikan kasus tersebut.
Navnidhi Sharma menegaskan bahwa keluarganya tidak akan pernah mundur untuk menuntut keadilan penuh atas kematian putrinya.
"Putri saya dizalimi semasa hidupnya, dan sekarang segala upaya dilakukan untuk memastikan dia tidak mendapatkan keadilan bahkan setelah kematiannya. Kami tidak akan tinggal diam sampai kami mendapatkan keadilan untuknya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi
-
Makin Panas, Makin Banyak AC: Mengapa Kota Tetap Perlu Solusi Iklim Kolektif?
-
Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha
-
Diduga Diancam Pakai Pistol dan Disandera, Ilma Sani Polisikan Oknum GRIB Jaya
-
Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS
-
Tak Cukup Gaji Puluhan Juta? Dirjen Bea Cukai Diduga Terima Suap Rp2,9 Miliar, Terancam Dicopot
-
Banding Ditolak, Eks Sekretaris MA Nurhadi Tetap Mendekam 5 Tahun Penjara
-
Manfaat Baru untuk Kurir SPX Express, dari Umrah hingga Beasiswa S1 untuk Anak
-
Kondisi Sudah Darurat, Sejumlah Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
-
Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya dari Rakaat 1 sampai 2 Lengkap