- Polda Metro Jaya sedang menyelidiki jaringan di balik maraknya aksi begal melalui analisis forensik digital terhadap ratusan telepon genggam.
- Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah terdapat aktor intelektual atau skema tertentu di balik meningkatnya kejahatan jalanan tersebut.
- Kepolisian juga mendalami potensi penyebaran informasi hoaks di media sosial yang sengaja menciptakan keresahan di tengah masyarakat Jakarta.
Suara.com - Polda Metro Jaya mengungkap tengah mendalami kemungkinan adanya jaringan atau skema tertentu di balik maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan yang belakangan ramai terjadi di Jakarta dan wilayah penyangga. Pendalaman dilakukan melalui analisis digital forensik terhadap ratusan telepon genggam milik pelaku maupun penadah.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menjelaskan pihaknya saat ini tidak hanya fokus menangkap pelaku lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan aktor lain di balik meningkatnya kejahatan jalanan.
“Dari data statistik kami yang saat ini kami lakukan kajian, memang beberapa model kejahatan mengalami peningkatan sebagaimana tadi kami sampaikan di awal rilis. Oleh karena itu kami melakukan pembentukan tim pemburu begal tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers Penanganan Kasus Tindak Pidana 3C, Jumat (22/5/2026).
Ia mengatakan penyidik sedang melakukan pemeriksaan laboratorium digital terhadap barang bukti elektronik yang diamankan.
“Saat ini kami sedang melakukan pendalaman terhadap jaringan yang ada di atas para pelaku tersebut. Begitupun juga kami sedang melakukan uji laboratoris terhadap seluruh gawai atau handphone yang digunakan oleh para pelaku yang terindikasi,” katanya.
Menurutnya, hasil pemeriksaan forensik digital nantinya akan menentukan apakah terdapat indikasi lain di luar tindak kriminal biasa.
“Mudah-mudahan nanti dari hasil laboratorium forensik digital Polri, kita bisa memperoleh informasi yang lebih mendalam di dalam proses pengembangan kami apakah ada indikasi lain selain dari kejahatan murni yang saat ini sudah kami lakukan pengungkapan,” lanjutnya.
Pernyataan itu sekaligus menjawab pertanyaan awak media terkait dugaan adanya “agenda besar” atau skenario tertentu di balik maraknya aksi begal yang terjadi secara masif dalam beberapa bulan terakhir.
Dirreskrimum Iman mengungkapkan hampir 200 ponsel milik pelaku dan penadah saat ini sedang dianalisis oleh laboratorium digital forensik Polri.
Baca Juga: Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus
“Kami sedang melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya upaya atau dugaan skema-skema lain selain dari adanya kejadian kejahatan di beberapa waktu belakangan ini. Mudah-mudahan kami berharap tidak menemukan itu. Tapi kalau kami menemukan informasi digital dari hasil laboratorium forensik digital Polri ini, kami tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
Selain pendalaman digital, pihak kepolisian juga menyoroti masifnya penyebaran informasi soal begal di media sosial yang dinilai berpotensi memunculkan keresahan publik.
“Yang menarik adalah amplifikasi yang dilakukan di beberapa platform media sosial seolah-olah itu terjadi di seluruhnya di wilayah Jakarta Barat,” ujarnya.
Menurut dia, polisi kini mendalami apakah terdapat pihak tertentu yang sengaja membangun rasa takut di masyarakat melalui penyebaran konten kriminalitas.
“Apakah ada sesuatu hal yang mengamplifikasi untuk menghadirkan atau untuk memunculkan rasa takut atau keresahan di tengah-tengah masyarakat. Dan kami tidak akan membiarkan itu,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto turut mengungkap kasus seorang model dan MUA yang sempat mengaku menjadi korban begal melalui unggahan media sosial. Polisi memastikan informasi tersebut hoaks.
Berita Terkait
-
Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus
-
Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!
-
Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api
-
Kata Pigai soal Begal Tak Boleh Ditembak, Hotman Paris: Pikir Lagi, Apa Anda Cocok Jadi Menteri?
-
Polisi Cuma 'Wait and See', KontraS Cium Aroma Pelimpahan Berkas Terselubung ke Puspom TNI
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN
-
Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa
-
Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul