- Sastrawan Okky Madasari menyatakan bahwa supremasi sipil melemah karena menguatnya pengaruh militerisme dalam berbagai sektor pemerintahan Indonesia saat ini.
- Militer kini menduduki posisi strategis di BUMN, mengelola program pangan, serta terlibat dalam kebijakan pendidikan dan sektor kebudayaan.
- Dalam diskusi di Yogyakarta, Okky menyimpulkan bahwa penguatan militerisme menandakan matinya cita-cita reformasi dalam kehidupan bernegara di Indonesia.
Suara.com - Agenda utama reformasi adalah menegakkan supremasi sipil. Namun, menguatnya militerisme dalam pemerintahan kini menjadi keresahan tersendiri. Reformasi pun dipertanyakan: apakah masih hidup atau justru sudah mati?
Gagasan itu menjadi refleksi sastrawan dan sosiolog Okky Madasari. Ia melihat setidaknya ada lima area tempat militerisme bekerja dan semakin menguat dalam kehidupan bernegara.
Dalam area politik pemerintahan, Okky menilai keberadaan Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya sebagai contoh nyata militerisme. Ia juga menyinggung kepala daerah dan anggota kabinet yang menjalani retreat di Magelang dengan mengenakan busana loreng.
“Ada pendisiplinan dan penyeragaman cara berpikir dalam cara mengelola negara. Jadi semuanya ingin diajari cara-cara militer,” ungkapnya, dikutip Jumat (22/5/2026) dalam acara “Terus Terang Goes to Campus UII Yogyakarta #1”.
Pada sektor ekonomi, ia menyoroti banyaknya purnawirawan militer yang menduduki posisi strategis, baik sebagai komisaris maupun eksekutif di BUMN. Menurutnya, militer kini masuk ke sektor-sektor ekonomi strategis.
Di bidang lingkungan dan pangan, Okky menyinggung keterlibatan militer dalam penanaman komoditas pertanian hingga pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai militer juga masuk ke konflik agraria dan berpihak pada pemodal yang mampu merepresi rakyat.
Militer, lanjutnya, juga masuk ke sektor pendidikan. Ia mencontohkan penerima beasiswa LPDP yang akan dilatih untuk berpikir dan bersikap layaknya tentara.
Okky menilai model pendidikan di era pemerintahan Presiden Prabowo kental dengan gaya SMA Taruna Nusantara. Karena itu, ia menilai tidak mengherankan jika muncul program seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda.
Terakhir, di sektor kebudayaan, ia menyoroti Presiden Soeharto yang menurutnya seharusnya diadili justru kini diposisikan sebagai pahlawan.
Baca Juga: 'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi
“Belum nanti narasi dalam sejarah, termasuk penghapusan fakta pemerkosaan terhadap perempuan di seputar Mei 1998,” katanya.
Bagi Okky, reformasi sesungguhnya sudah mati, dan menguatnya militerisme semakin menjauhkan Indonesia dari cita-cita reformasi.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung