- Africa CDC mengeluarkan peringatan darurat bagi sepuluh negara Afrika akibat lonjakan kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo.
- Pemerintah Republik Demokratik Kongo menghentikan kegiatan sosial dan olahraga untuk meminimalisasi penyebaran virus di wilayah pusat wabah.
- WHO dan Africa CDC mengajukan dana darurat senilai 368 juta dolar AS guna memperkuat mitigasi serta koordinasi kesehatan.
Di sisi lain, sejumlah negara tetangga mulai memperketat pengawasan di pintu perbatasan, termasuk menerapkan pembatasan perjalanan dari wilayah DR Kongo.
WHO dan Africa CDC Ajukan Dana Darurat
Untuk menangani krisis kesehatan tersebut, Africa CDC dan WHO mengajukan pendanaan darurat lebih dari 314 juta dolar AS.
Dana itu akan difokuskan untuk kebutuhan pengobatan, pengawasan intensif, dan program pencegahan wabah di DR Kongo serta Uganda.
Sementara itu, sepuluh negara lain yang masuk kategori berisiko tinggi akan mendapatkan alokasi sekitar 54 juta dolar AS untuk memperkuat sistem pertahanan kesehatan mereka.
Langkah penanganan darurat internasional juga mencakup pembentukan sistem manajemen insiden nasional dan penguatan koordinasi lintas batas antarnegara Afrika.
Selain itu, tim ahli tengah mempercepat riset vaksin strain Bundibugyo dan mengirimkan tenaga medis tambahan ke wilayah-wilayah terpencil.
Penempatan stok logistik darurat juga menjadi prioritas agar tenaga kesehatan memiliki perlengkapan memadai dalam menghadapi potensi lonjakan pasien.
Wabah Ebola dikenal sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia sehingga membutuhkan respons cepat dan koordinasi global untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Baca Juga: Daftar Pemain RD Kongo di Piala Dunia 2026, Bomber Newcastle Jadi Tumpuan
Kesadaran serta dukungan masyarakat internasional kini dinilai sangat penting guna membantu langkah mitigasi yang dilakukan badan kesehatan dunia demi menyelamatkan ribuan nyawa, demikian Antara.
Berita Terkait
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri
-
Daftar Pemain RD Kongo di Piala Dunia 2026, Bomber Newcastle Jadi Tumpuan
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran
-
Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta
-
Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
-
Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat
-
Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih
-
Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!
-
Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total
-
Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang