- PT PLN UID Sumatra Utara telah memulihkan sistem kelistrikan secara menyeluruh di wilayah Sumatra Utara pada Minggu, 24 Mei 2026.
- Pemadaman dipicu oleh cuaca ekstrem pada Jumat, 22 Mei 2026 yang merusak jalur transmisi dan 540 penyulang listrik.
- PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengakses informasi resmi terkait status kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile saja.
Suara.com - PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sumatra Utara membawa kabar baik bagi masyarakat setempat. Otoritas kelistrikan daerah tersebut memastikan bahwa sistem kelistrikan di seluruh wilayah kerja Sumatra Utara telah kembali normal secara menyeluruh setelah sempat lumpuh akibat gangguan pada jaringan interkoneksi Sumatra.
Langkah penormalan ini mengakhiri masa krusial setelah sebagian wilayah sempat gelap gulita sejak akhir pekan lalu. Jajaran teknisi di lapangan dilaporkan telah menyelesaikan seluruh tahapan sinkronisasi gardu secara bertahap hingga pasokan daya kembali stabil.
"Saat ini, sistem kelistrikan di Sumut sudah pulih secara 100 persen," tegas Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sumatra Utara, Darma Saputra, dalam keterangan resminya di Kota Medan, Minggu (24/5/2026).
Darma turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tertinggi atas dukungan penuh dari seluruh jajaran pemangku kepentingan (stakeholders).
Ia juga memuji tingkat kesabaran masyarakat luas yang kooperatif selama tim melangsungkan proses pemulihan teknis yang memakan waktu cukup panjang di lapangan.
Perbaikan 540 Penyulang dan Dampak Cuaca Ekstrem
Dalam memulihkan stabilitas energi di Sumatra Utara, tim penanganan gangguan PLN harus melakukan perbaikan intensif pada 540 penyulang (feeder) distribusi yang terdampak langsung oleh kerusakan sistem.
Fokus utama perbaikan diarahkan pada jalur transmisi krusial 275 kV Muara Bungo – Sungai Rumbai yang menjadi tulang punggung interkoneksi.
Darma menguraikan, kerusakan sistemik pada interkoneksi tersebut bersumber dari faktor alam, yakni hantaman cuaca ekstrem yang melanda wilayah operasional tersebut pada Jumat (22/5/2026) sore.
Baca Juga: Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
Imbas dari cuaca buruk itu membuat sistem proteksi pembangkit bekerja secara otomatis dan memutus pasokan ke sebagian besar daratan Sumatra.
Manajemen PLN pun kembali menyampaikan nota permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat insiden padamnya aliran listrik masif yang bermula pada Jumat malam pukul 18.44 WIB tersebut.
Khususnya untuk beberapa kawasan di ibu kota Provinsi Medan yang terpaksa mengalami masa pemadaman lebih lama selama proses kliring jaringan berlangsung.
Masyarakat Diimbau Waspada Hoaks
Mengingat sempat maraknya kesimpangsiuran informasi di media sosial terkait durasi pemadaman dan penyebab kerusakan, pihak PLN meminta agar masyarakat tetap tenang dan bersikap selektif dalam menyerap informasi yang beredar di ruang publik.
"Kami meminta masyarakat jangan terpancing isu hoaks yang beredar. Untuk mendapatkan informasi yang tepat, masyarakat dapat mengakses melalui PLN Mobile atau Call Center 123," pungkas Darma.
Melalui kanal digital resmi dan aplikasi PLN Mobile, masyarakat dapat memantau secara langsung status kelistrikan, melakukan pengaduan secara real-time, hingga memperoleh transparansi informasi resmi langsung dari pusat kendali operasi PLN.
Berita Terkait
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
-
Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?
-
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
-
Apa Beda Lis Biru di Bawah vs Samping pada Pelat Mobil Listrik? Berikut Faktanya
-
Modal Chery Q Jawab Kecemasan Calon Pengguna Mobil Listrik di Indonesia
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ribuan Santri Meriahkan Persiapan Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang
-
Bongkar Fakta, Apakah Air Mawar Viva Bisa Dijadikan Micellar Water?
-
Harga Cabai Meledak, Bahan Pokok Lain Justru Mulai Turun
-
Antisipasi Demo Besar, 18.504 Personel Disiagakan di Jakarta Pusat
-
Babe Haikal Apresiasi Langkah Bobby Nasution Majukan Industri Halal Bagi UMKM Sumut
-
Sempat Tegang Gara-Gara Satpol PP, Massa Depan DPR Dengungkan 'Jaga Jakarta'
-
Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data
-
Mitchell Baker Satu-satunya Pemain yang Selamatkan Muka Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Aktivis GMNI Dijemput Polisi dari Rumahnya, Diduga Terkait Jaringan Anarko
-
Diminta Fokus Bisnis Konstruksi, Waskita Karya Bubarkan Waskita Bali Mandara