- Rusia menembakkan rudal hipersonik Oreshnik ke Kyiv dalam serangan massal yang menewaskan empat orang.
- Pemimpin Uni Eropa, Prancis, dan Jerman mengecam keras penggunaan rudal berkemampuan nuklir tersebut.
- Putin mengklaim serangan itu adalah balasan atas hantaman drone Ukraina di asrama Starobilsk.
"Sayangnya, tidak semua rudal balistik berhasil ditembakkan jatuh. Kyiv menderita hantaman paling parah, dan Kyiv-lah yang menjadi target utama serangan Rusia ini," kata Zelensky.
Gempuran udara malam hari di ibu kota terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan aksi balasan. Moskow mengeklaim serangan ini sebagai respons atas operasi mematikan Ukraina di wilayah yang diduduki Rusia.
Putin menuduh Ukraina melakukan tindakan "teroris" setelah drone Ukraina menghantam asrama perguruan tinggi di Starobilsk. Kota tersebut merupakan wilayah pendudukan Rusia di Luhansk timur yang diserang pada hari Jumat sebelumnya.
Kantor berita negara Rusia, TASS, melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat insiden tersebut terus bertambah. Kementerian Situasi Darurat Rusia mengeklaim jumlah anak-anak yang tewas dalam serangan drone Ukraina telah meningkat menjadi 18 orang, dengan tiga orang diduga masih tertimbun runtuhan.
Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa pengerahan rudal balistik Oreshnik merupakan respons langsung atas tindakan Kyiv. Mereka berkilah serangan itu dilakukan "sebagai tanggapan atas serangan teroris Ukraina terhadap target sipil di dalam wilayah Rusia."
Di sisi lain, militer Ukraina menolak mentah-mentah tuduhan yang dilayangkan oleh pihak Putin. Kyiv menegaskan kembali bahwa operasi militer mereka hanya menyasar infrastruktur dan fasilitas yang digunakan untuk tujuan perang.
Ukraina mengonfirmasi bahwa target yang mereka hantam pada Jumat pagi adalah markas unit elit teknologi Rusia. Fasilitas tersebut merupakan pusat pengembangan teknologi nirawak Moskow yang krusial.
Sasaran tersebut adalah "salah satu markas besar unit 'Rubicon' di area Starobilsk." Pusat Teknologi Drone Canggih Rubicon merupakan perintis teknologi drone dan penargetan Rusia sejak dibentuk pada tahun 2024.
Saat rudal Oreshnik berjatuhan, warga sipil Kyiv terpaksa melarikan diri mencari perlindungan di stasiun metro bawah tanah. Mereka terkurung berjam-jam dalam ketakutan mendalam akibat suara ledakan yang menggelegar di atas kepala.
Baca Juga: Usai Bertemu Trump, Xi Jinping Langsung Gelar Pertemuan Strategis dengan Putin
Nataliia Zvarych, seorang finansis berusia 62 tahun, menggambarkan situasi malam itu sebagai sebuah kengerian yang nyata.
"Kami berjalan di bawah ledakan, kami melihat benda-benda terbang di atas sana. Itu sangat mengerikan, menakutkan, kami telah duduk di sini selama lebih dari tiga jam sekarang, mendengarkan ledakan di atas sana," tutur Zvarych kepada Reuters sembari mengutuk serangan tersebut sebagai hal yang "mengerikan."
Menyikapi trauma mendalam rakyatnya, Zelensky mendesak sekutu Barat untuk mengambil tindakan konkrit yang lebih tegas. Ia menilai sekadar kecaman tidak akan mampu menghentikan ambisi agresif pemimpin Rusia.
Zelensky menegaskan bahwa "keputusan diperlukan dari Amerika Serikat, dari Eropa, dan dari yang lain, sehingga si orang tua yang keras kepala di Moskow ini mengucapkan kata 'damai'."
Penggunaan rudal Oreshnik menandai babak baru yang berbahaya dalam perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022. Rudal balistik jarak menengah ini dirancang khusus untuk melewati sistem pertahanan udara modern berkat kecepatan hipersoniknya.
Pengerahan senjata berkemampuan nuklir ini dinilai komunitas internasional sebagai upaya Moskow meningkatkan tekanan psikologis terhadap Ukraina dan sekutu Barat-nya di tengah kebuntuan garis depan pertempuran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja