-
Amerika Serikat membom pangkalan rudal Iran di dekat Selat Hormuz dengan alasan membela diri.
-
Serangan militer ini terjadi di tengah negosiasi damai dan perpanjangan gencatan senjata kedua negara.
-
Menlu AS Marco Rubio menegaskan kesepakatan nuklir hanya terjadi jika Iran menyetujui syarat yang menguntungkan.
Suara.com - Stabilitas kawasan Timur Tengah kembali berada di titik nadir setelah militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara terbaru ke wilayah Iran bagian selatan. Langkah agresif ini berisiko besar menghancurkan momentum diplomasi yang sedang dibangun oleh kedua belah pihak.
Fokus serangan Washington mengarah langsung pada pangkalan peluncuran rudal serta armada kapal yang diduga kuat akan digunakan untuk menyebar ranjau laut. Operasi ini menandai eskalasi serius di tengah upaya internasional meredam konflik.
Pihak Komando Pusat AS (Centcom) segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait aksi militer tersebut. Mereka berdalih bahwa tindakan ofensif ini murni merupakan langkah preventif demi keselamatan personel mereka.
"Pasukan AS melakukan serangan membela diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran," ujar juru bicara Centcom, Kapten Tim Hawkins dalam sebuah pernyataan, dikutip dari BBC, Rabu (27/5/2026).
"Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil tetap menahan diri selama gencatan senjata yang berlangsung."
Serangan taktis militer Amerika Serikat ini dilaporkan menyasar kawasan strategis di dekat Bandar Abbas. Kota pelabuhan penting tersebut merupakan urat nadi bagi pangkalan angkatan laut Iran yang mengontrol langsung jalur pelayaran internasional Selat Hormuz.
Hingga saat ini, dampak riil dari bombardir Amerika terhadap masa depan perjanjian damai kedua negara masih belum bisa dipastikan. Media pemerintah Iran sendiri mengonfirmasi adanya rentetan ledakan keras yang sedang diselidiki oleh otoritas lokal di Bandar Abbas.
Di lain pihak, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melakukan tindakan defensif atas pelanggaran ruang udara. Mereka menyatakan berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak (drone) milik AS dan mengusir jet tempur serta drone lainnya.
Teheran juga menegaskan posisi politiknya yang tidak akan tinggal diam terhadap setiap agresi militer luar negeri. Mereka menyatakan memiliki hak yang sah dan mutlak untuk membalas setiap pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat.
Baca Juga: Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
Meskipun situasi di lapangan memanas, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tetap menunjukkan optimisme bahwa jalan damai belum sepenuhnya tertutup. Ia merujuk pada pertemuan diplomatik tingkat tinggi yang melibatkan perwakilan Iran dan Perdana Menteri Qatar.
"Kita akan lihat apakah kita bisa membuat kemajuan. Saya pikir ada banyak pembicaraan bolak-balik yang sedang berlangsung mengenai bahasa spesifik dalam dokumen awal, jadi ini akan memakan waktu beberapa hari," kata Rubio kepada wartawan saat melakukan kunjungan resmi ke India.
Rubio juga mengungkapkan komitmen dari pucuk pimpinan tertinggi Amerika Serikat dalam merespons dinamika yang berkembang saat ini. Ia menekankan bahwa Presiden Donald Trump memiliki keinginan kuat untuk menyelesaikan kesepakatan ini secara tegas.
"Dia akan membuat kesepakatan yang bagus atau tidak ada kesepakatan sama sekali," tegas Rubio.
Saat kembali dicecar pertanyaan mengenai urgensi serangan udara pada hari Senin tersebut, Rubio mengalihkan fokus pada pentingnya menjaga stabilitas jalur perdagangan dunia. Ia menegaskan bahwa akses maritim global di wilayah tersebut tidak boleh diganggu gugat.
"Selat tersebut harus terbuka," cetus Rubio.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Bulog Maknai Iduladha 1447 H, Teguhkan Semangat Kurban untuk Ketahanan Pangan Umat
-
Gus Yaqut Tak Bisa Makan Santan karena Gerd, Sang Istri Bawakan Tempe ke Rutan KPK
-
Saling Kenal dan Mabuk, Ini Motif Selebgram Brunei Woodyrman Hantam Rekannya hingga Tewas
-
Istri Ungkap Gus Yaqut Tak Pernah Cerita Kasus Haji ke Keluarga: Biar Sama Lawyer Saja
-
Lebaran Pilu di Penjara, Istri Gus Yaqut Curhat Kondisi Suaminya: Sakit Rasanya...
-
Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN, Gerindra: Sejak Era SBY dan Jokowi Sudah Begitu!
-
Noel Ebenezer Curhat ke Istri Ingin Cepat-Cepat Divonis
-
Soal Sapi Kurban dari APBN, Gerindra: Bantuan Kemasyarakatan, Tidak Ada Aturan yang Dilanggar
-
Soroti Gaza di Hari Iduladha, JK: Dunia Harus Bersatu Rehabilitasi Palestina
-
Kurban Pakai APBN Dikritik Guntur Romli, Singgung Teladan Nabi Muhammad SAW