News / Nasional
Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis. (Laily Rachev - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Prancis, Austria, dan Hungaria pada akhir Mei 2026 untuk diplomasi ofensif.
  • Tujuan kunjungan adalah mengamankan investasi sektor nikel, memperkuat teknologi militer, serta mempererat kerja sama rantai pasok kendaraan listrik.
  • Langkah ini merupakan strategi menjaga keseimbangan geopolitik guna menjamin kedaulatan nasional serta kesejahteraan rakyat di tengah krisis global.
Ilustrasi nikel di Indonesia. [Antara]

"Kunjungan ke Prancis ini bukti nyata politik Bebas-Aktif yang berwibawa. Indonesia tidak mengekor ke Amerika, tidak tunduk ke China, dan tidak takut pada tekanan NATO saat berhubungan dengan Rusia demi mengamankan pasokan minyak dan LPG murah untuk rakyat," katanya.

"Pak Prabowo sedang mempraktikkan hedging (keseimbangan geopolitik) tingkat tinggi agar Indonesia tidak bisa diabaikan oleh kekuatan dunia mana pun," sambungnya.

Sugiat meminta publik untuk tidak melihat keberhasilan diplomasi internasional hanya dari hasil jangka pendek atau biaya operasional perjalanan. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan Presiden adalah fondasi jangka panjang untuk menaikkan kelas Indonesia di kancah global.

"Indonesia sedang dipimpin oleh seorang Patriot yang tahu persis bagaimana cara memenangkan kepentingan nasional di luar negeri. Menilai keberhasilan diplomasi internasional dari hasil beberapa minggu atau bulan adalah cara berpikir yang tidak logis," tuturnya.

Ia pun memberikan pesan penutup mengenai integritas sang Presiden.

"Pak Prabowo adalah seorang negarawan. Negarawan memberikan apa yang dapat diberikan kepada negara, sedangkan politisi mencari apa yang bisa diperoleh dari negara," pungkasnya.

Load More