-
Kebakaran hebat di bar Bangkok menewaskan 30 orang dan melukai puluhan pengunjung lainnya.
-
Penyelidikan polisi mengungkap pintu darurat terkunci dan penggunaan dekorasi plastik mempercepat kobaran api.
-
Pemilik bar diketahui memiliki rekam jejak buruk terkait insiden kebakaran pub pada 2019.
Suara.com - Tragedi kebakaran bar Rong Beer Na Lat Phrao di Bangkok yang menewaskan 30 orang kini memasuki babak baru pemeriksaan kepolisian. Korban selamat mengungkap fakta mengejutkan mengenai pintu darurat yang terkunci rapat dan minimnya papan petunjuk evakuasi.
Penyidik menemukan bukti awal bahwa kobaran api dipicu oleh korsleting listrik pada pendingin ruangan yang langsung memutus aliran listrik. Kondisi interior yang gelap gulita seketika berubah menjadi jebakan maut bagi puluhan pengunjung di dalamnya.
Penggunaan dekorasi plastik dan busa mudah terbakar di area panggung dituding menjadi penyebab utama api menyebar dalam hitungan detik. Kelalaian fatal ini memicu desakan publik agar otoritas Thailand merombak total regulasi keselamatan bangunan komersial.
Polisi menduga ada unsur kelalaian berat dari pihak manajemen terkait tata letak dan prosedur keselamatan tempat hiburan tersebut. Sebanyak 27 jenazah korban tewas telah berhasil diidentifikasi, sementara 24 dari 70 korban luka masih dalam kondisi kritis.
Mengenai dekorasi berbahaya ini, Jenderal Polisi Kittiratt Phanphet memberikan pernyataan tegas pada hari Senin. Dia menyebut hal ini menunjukkan kurangnya kehati-hatian dan pengabaian terhadap keselamatan para pengunjung".
Sebagian besar korban tewas ditemukan menumpuk di dalam toilet yang terletak di bagian belakang bar. Mereka diduga berlari ke arah sana untuk menyelamatkan diri dari kobaran api di panggung utama.
Pakar keselamatan kebakaran dari Engineering Institute of Thailand, Busakorn Saensuk, memaparkan hasil inspeksi visualnya di lokasi kejadian. Pintu keluar di dekat toilet ditemukan terkunci, sedangkan dua pintu utama terhalang oleh tumpukan furnitur.
Busakorn Saensuk menjelaskan bahwa pengunjung secara naluriah akan berlari menjauhi api menuju area belakang bar.
"Namun begitu mereka sampai di bagian belakang, mereka tidak bisa keluar."
Baca Juga: Kebakaran Maut Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, KBRI: Tidak Ada Korban WNI
Ketiadaan penerangan darurat membuat para korban tidak memiliki kesempatan untuk mencari jalan keluar dalam kegelapan.
"Jika tanda darurat menyala, orang-orang akan dapat melihat bagaimana pintu itu terkunci dan mungkin bisa membukanya," kata Busakorn Saensuk.
Petaka ini juga menghancurkan grup band indie lokal Thotsakan yang sedang tampil malam itu. Dua personel band tersebut dilaporkan ikut tewas terpanggang akibat kebakaran kilat yang melanda panggung.
Profesor teknik struktur Worsak Kanok Nukulchai menilai kepulan asap beracun menjadi pembunuh pertama sebelum api menyentuh tubuh korban. Reaksi material plastik dan plafon busa menghasilkan karbon monoksida serta hidrogen sianida yang sangat mematikan.
Investigasi mengungkap bar ini terdaftar sebagai restoran musik hidup, bukan tempat hiburan malam resmi. Celah hukum ini membuat pengelola tidak diwajibkan secara hukum untuk menggunakan material bangunan tahan api.
Pemerintah Kota Bangkok kini mulai meninjau ulang standarisasi bahan bangunan untuk seluruh kategori tempat usaha kuliner. Langkah preventif ini diambil guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.
Berdasarkan laporan media lokal, pemilik Rong Beer Na Lat Phrao ternyata memiliki rekam jejak kelam terkait insiden kebakaran. Ia diketahui pernah memiliki sebuah pub di Provinsi Yasothon yang juga ludes terbakar pada Desember 2019.
Beruntung, insiden masa lalu di Yasothon tersebut terjadi pada siang hari saat tempat dalam keadaan kosong tanpa pengunjung. Namun, pengabaian aspek keselamatan yang berulang ini kini memicu penyelidikan pidana yang lebih dalam oleh kepolisian Bangkok.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Monarki Jepang Terancam Punah, Akankah Wanita Jadi Kaisar?
-
Falkland atau Malvinas? Sengketa Lama Inggris vs Argentina yang Panaskan Semifinal Piala Dunia 2026
-
AI Picu Lonjakan Kebutuhan Energi, Bagaimana Sousi Untuk Tekan Emisinya?
-
Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung
-
Kembali Diperiksa KPK, Gus Yaqut Berharap Kebenaran Terungkap di Kasus Kuota Haji
-
FKBI Kritik Tayangan World Cup 2026 TVRI Gara-Gara Promosi Super Soccer
-
Sekolah Rakyat Junjung Prinsip Setiap Siswa Berharga, ESQ Dukung Pemetaan Talenta Siswa
-
Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal
-
28.478 Siswa Baru Masuk Sekolah Rakyat
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap Empat Gelombang