News / Internasional
Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:55 WIB
Perang AS - Iran (Reuters)
Baca 10 detik
  • Perundingan damai Amerika Serikat dan Iran masih terganjal kesepakatan teknis mengenai pengayaan uranium.

  • Draft perjanjian mencakup perpanjangan gencatan senjata 60 hari dan pembukaan blokade Selat Hormuz.

  • Situasi di lapangan tetap memanas menyusul insiden saling serang antar-militer kedua belah pihak.

Bessent juga enggan menanggapi pertanyaan mengenai rencana pembiayaan pembangunan kembali wilayah Iran pasca-perang. "Kita harus mencapai kesepakatan sebelum kita melangkah ke sisi lain," tambah Bessent menutup penjelasannya.

Ketegangan di meja perundingan diperparah oleh insiden saling serang yang terjadi di zona konflik dalam beberapa hari terakhir. Kedua militer saling tuduh melakukan pelanggaran fatal terhadap kesepakatan jeda pertempuran.

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengklaim telah meluncurkan serangan balasan ke basis pertahanan militer milik Amerika Serikat. Langkah ini diambil setelah jet tempur Washington membombardir wilayah selatan Iran secara mendadak.

Media lokal Iran bahkan sempat mengabarkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan pesawat tempur milik militer AS. Berita kehilangan aset tempur udara tersebut langsung dibantah keras oleh pihak Komando Sentral Amerika Serikat.

"Tidak ada pesawat AS yang ditembak jatuh. Semua aset udara AS terhitung lengkap," tulis Komando Sentral AS melalui media sosial.

Sengketa bersenjata ini berakar dari keputusan AS menerapkan blokade laut pasca-ambisi nuklir Iran meningkat tajam. Akibat konflik ini, jalur logistik Selat Hormuz yang mengalirkan seperlima pasokan gas dunia menjadi lumpuh total.

Load More