-
Perundingan damai Amerika Serikat dan Iran masih terganjal kesepakatan teknis mengenai pengayaan uranium.
-
Draft perjanjian mencakup perpanjangan gencatan senjata 60 hari dan pembukaan blokade Selat Hormuz.
-
Situasi di lapangan tetap memanas menyusul insiden saling serang antar-militer kedua belah pihak.
Bessent juga enggan menanggapi pertanyaan mengenai rencana pembiayaan pembangunan kembali wilayah Iran pasca-perang. "Kita harus mencapai kesepakatan sebelum kita melangkah ke sisi lain," tambah Bessent menutup penjelasannya.
Ketegangan di meja perundingan diperparah oleh insiden saling serang yang terjadi di zona konflik dalam beberapa hari terakhir. Kedua militer saling tuduh melakukan pelanggaran fatal terhadap kesepakatan jeda pertempuran.
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengklaim telah meluncurkan serangan balasan ke basis pertahanan militer milik Amerika Serikat. Langkah ini diambil setelah jet tempur Washington membombardir wilayah selatan Iran secara mendadak.
Media lokal Iran bahkan sempat mengabarkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan pesawat tempur milik militer AS. Berita kehilangan aset tempur udara tersebut langsung dibantah keras oleh pihak Komando Sentral Amerika Serikat.
"Tidak ada pesawat AS yang ditembak jatuh. Semua aset udara AS terhitung lengkap," tulis Komando Sentral AS melalui media sosial.
Sengketa bersenjata ini berakar dari keputusan AS menerapkan blokade laut pasca-ambisi nuklir Iran meningkat tajam. Akibat konflik ini, jalur logistik Selat Hormuz yang mengalirkan seperlima pasokan gas dunia menjadi lumpuh total.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Gara-gara Crowded, Polisi Akui Salah Paham Amankan Personel TNI Saat Demo di DPR
-
Soroti Eksekusi Lahan Sawit di Batanghari, Mantan Ketua KY: Tak Ada Hak Pengadilan!
-
6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
-
Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang
-
Fashion sebagai Bahasa Diri, Menentukan Identitas Lewat Cara Berpakaian
-
Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru
-
PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun
-
5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan
-
Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot
-
30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital