Pengamat Sosial Politik, Dr. Okky Madasari saat pdcast di Forum Keadilan TV. [YouTube]
Baca 10 detik
- Pengamat Okky Madasari menyatakan Reformasi 1998 telah mati karena kegagalan menegakkan supremasi sipil dan hukum di Indonesia.
- Okky menyoroti kembalinya pengaruh militer dalam sektor pemerintahan, ekonomi, pangan, pendidikan, hingga pembatasan kebebasan di bidang kebudayaan.
- Indonesia dinilai memerlukan episode perjuangan baru yang berbeda dari agenda Reformasi 1998 untuk memperbaiki masa depan bangsa.
“Nah, itu kan sudah bentuk pemberangusan yang ujungnya juga akan mengeliminasi kemampuan berpikir kritis dari para intelektual kita ini,” lanjutnya.
Di sektor kebudayaan, Okky menyinggung penulisan ulang sejarah hingga pembubaran pemutaran film yang dianggap kritis terhadap pemerintah.
“Bagian tragedi 98 yang sekarang sedang kita mau peringati ini ada bagian yang tidak tertulis dalam sejarah. Apa itu? Pemerkosaan 98 itu dihilangkan,” ujarnya.
Menurut Okky, reformasi gagal bertahan karena tidak adanya penegakan hukum yang tegas terhadap aktor-aktor yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran HAM dan penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu.
Reporter: Dinda Pramesti K
Komentar
Berita Terkait
-
Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?
-
Diusir dari Tanah Sendiri: Luka Kemanusiaan dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari
-
Puisi sebagai Perlawanan: Membaca Kita Adalah Jelata di Tengah Indonesia yang Gelap
-
Review Buku Wawasan Kebangsatan: Negeri yang Dipaksa Baik-baik Saja
-
Hari Reformasi Nasional: Menolak Normalisasi KKN Gaya Baru
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Kementerian HAM Kawal Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok, Dorong Pemulihan Korban
-
Kejagung Tarik Rem! Perintahkan Seluruh Kejati Hentikan Pengumpulan Data Terkait MBG
-
Soal Usulan Hak Angket Ketegangan Polri-Kejagung, Pimpinan DPR: Itu Hak Konstitusional Anggota
-
Bantah Mandek, DPR Libatkan Hotman Paris hingga Akademisi Bahas RUU Perampasan Aset
-
JCW Cium Aroma 'Barter Kasus' di Balik Penghentian Pendataan SPPG Bermasalah oleh Kejaksaan
-
Sopir Truk Crane Tabrak JPO Tendean Diduga Tak Pahami Tinggi Kendaraan
-
3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali
-
Truk Towing Nyangkut Bikin Macet dan JPO Tendean Rusak Parah, Warga Diimbau Lewat 4 Jalur Alternatif
-
Biar Jelas Siapa yang Benar dan Salah! Gus Yaqut Janji Buka-bukaan di Sidang Korupsi Haji
-
KPK Limpahkan Berkas Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Segera Disidang