- Penyidik Polresta Yogyakarta memeriksa dosen UGM, Cahyaningrum Dewojati, sebagai saksi kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.
- Cahyaningrum yang menjabat sebagai penasihat yayasan mengaku tidak mengetahui struktur organisasi maupun terlibat dalam operasional daycare tersebut.
- Penyidik telah memeriksa 152 saksi, termasuk orang tua dan anak-anak korban, untuk mendalami kasus kekerasan di daycare tersebut.
Suara.com - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Yogyakarta telah melakukan pemeriksaan terhadap dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), Cahyaningrum Dewojati (CD) dalam lanjutan penyidikan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
Pemeriksaan ini dilakukan guna mendalami keterangan yang bersangkutan terkait kasus dugaan kekerasan anak di tempat penitipan anak tersebut.
"Iya, dosen (CD) sudah kami panggil kemarin pada hari Selasa tanggal 26 Mei 2026 dan beliau sudah hadir di Unit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta," kata Kanit PPA Satreskrim Polresta Jogja, Iptu Apri Sawitri saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Jumat (29/5/2026).
Adapun dalam struktur kepengurusan, CD diketahui tercatat memiliki posisi strategis di yayasan yang menaungi daycare tempat kejadian perkara.
Pemeriksaan ini merupakan pemanggilan perdana bagi sang dosen dalam kapasitasnya sebagai saksi. Dalam pemeriksaan tersebut, CD dimintai keterangan selaku penasihat di Yayasan Little Aresha.
Namun, berdasarkan keterangannya kepada penyidik, ia mengaku tidak terlibat maupun mengetahui struktur organisasi yayasan tersebut secara rinci.
"Beliau (CD) selaku penasihat di Yayasan Little Aresha. Namun dalam pemeriksaannya, beliau menyampaikan bahwa beliau tidak ikut campur atau tidak mengetahui terkait dengan struktur organisasi tersebut," ujarnya.
Selain itu, penyidik masih menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Disampaikan Apri, jumlah saksi yang telah diperiksa dalam kasus daycare tersebut terus bertambah.
Baca Juga: Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan dari ratusan saksi yang terdiri dari orang tua korban maupun anak-anak yang menjadi korban.
"Kalau perkembangan kasus daycare yang kami saat tangani saat ini, sekarang kita sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 152 orang saksi ya. Di antaranya 124 orang tua korban, kemudian yang menjadi korban yaitu 144 anak," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Komnas HAM Sebut Kasus Daycare Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat
-
Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Orang Tua Akan Kirim Petisi, Desak Sanksi Dosen UGM yang Diduga Terlibat Daycare Little Aresha
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Dolar Menggila dan Harga Pangan Naik, Pengelola Dapur Khawatir Gizi MBG Tak Optimal
-
Geger! Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Danau Sunter, Videonya Viral di Medsos
-
Solusi Anti-Macet ke Java Jazz 2026, Transjakarta PIK2-Blok M Beroperasi Hingga Tengah Malam
-
Menggemakan Syiar Transisi Energi dari Mimbar Rumah Ibadah
-
Reformasi 98 Sudah Mati, Okky Madasari Soroti Kembalinya Militerisme
-
BRI Bersama Syailendra Capital Hadirkan Reksa Dana Syariah di BRImo, Return 4,99% - 7,58%
-
Di Tengah Ketidakpastian Global, Energi Surya Semakin Dilirik Berbagai Industri
-
Kemenlu Cuma Jadi Tukang Catat? Pakar Kritik Diplomasi 'One Man Show' Prabowo
-
Keluarga Korban Mei 98 Tagih Nyali Prabowo: Kami Lelah Diombang-ambing Bak Bola Pingpong
-
Jalan Amblas di Lenteng Agung, Transjakarta Terpaksa Pangkas Rute Menuju UI