News / Nasional
Rabu, 15 Juli 2026 | 13:05 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung ke Istana pada 11 Juli 2026 untuk membahas kasus korupsi Febrie Adriansyah.
  • Pemanggilan dilakukan merespons penetapan tersangka Febrie Adriansyah yang memicu ketegangan antara Kejaksaan Agung dan institusi Polri.
  • Presiden menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional guna mendukung kelancaran pembangunan ekonomi dengan meminimalkan segala bentuk kegaduhan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto secara khusus memanggil Jaksa Agung ST Burhanuddin ke Istana pada Sabtu (11/7/2026) malam. Pertemuan tersebut dilakukan guna membahas perkembangan kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan adanya pemanggilan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Presiden ingin mendengar langsung laporan mengenai pengungkapan kasus korupsi yang kini tengah menjadi sorotan publik.

"Ya kan karena ada sebuah kejadian ya tentu beliau ingin mendapatkan laporan," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Pemanggilan ini dilakukan tak lama setelah Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka dalam sejumlah kasus korupsi yang ditangani Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri. Situasi ini sempat memicu isu adanya ketegangan antarinstansi penegak hukum.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Terkait hal tersebut, Prasetyo tidak memberikan jawaban tegas mengenai apakah Presiden secara eksplisit memerintahkan penghentian kegaduhan antara Kejaksaan Agung dan Polri.

Namun, ia menekankan bahwa Presiden Prabowo sangat fokus pada stabilitas nasional sebagai kunci pembangunan ekonomi.

Prasetyo menambahkan bahwa Presiden berulang kali mengingatkan jajarannya untuk meminimalkan segala bentuk kegaduhan yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan.

"Kalau bicaranya pertanyaannya masalah kegaduhan, kan sebenarnya tidak hanya berkenaan dengan masalah ini. Berkali-kali juga beliau sampaikan kami mewakili presiden, pemerintah syarat untuk yang tadi kami sampaikan, membangun ekonomi itu salah satunya stabilitas. Nah syarat stabilitas ya tentunya kita berharap mengurangi meminimalisir kegaduhan-kegaduhan. Jadi semangatnya itu," pungkasnya.

Baca Juga: Misteri Pengganti Febrie Adriansyah Terjawab, Mensesneg Sebut Nama Kuntadi

Load More