- Pakar komunikasi Nur Sofyan mengkritik gaya komunikasi pemerintah dalam merespons kritik Dino Patti Djalal mengenai kunjungan luar negeri Presiden.
- Pemerintah disarankan memperbaiki pilihan diksi dan gaya komunikasi agar penjelasan kebijakan tidak menimbulkan multitafsir serta polemik berkepanjangan bagi masyarakat.
- Pemerintah diharapkan mengedepankan pendekatan dialogis atau tabayun untuk menciptakan komunikasi publik yang menenangkan di tengah situasi ekonomi global penuh tekanan.
Suara.com - Pakar Komunikasi Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Nur Sofyan menyoroti cara pemerintah merespons kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai menilai persoalan utama bukan terletak pada substansi jawaban pemerintah yang disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Menurutnya, masalah justru muncul pada cara penyampaian dan pilihan diksi yang digunakan sehingga berpotensi memunculkan multitafsir di tengah publik.
Nur mengatakan, dalam situasi ekonomi dan global yang masih penuh tekanan, pemerintah perlu lebih berhati-hati dalam mengelola komunikasi publik.
Setiap respons terhadap kritik seharusnya mempertimbangkan bagaimana masyarakat menerima dan menilai pesan yang disampaikan.
"Saya kira siapapun hari ini baik pemerintah maupun seluruh (pihak) harus menempatkan social judgment itu menjadi suatu hal yang sangat penting," jelas Nur kepada Suara.com, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, kritik yang disampaikan Dino dapat dipandang sebagai kritik konstruktif yang layak dijawab secara proporsional.
Pemerintah, kata dia, perlu memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan penjelasan yang menenangkan sekaligus membangun penerimaan publik terhadap kebijakan yang dijalankan.
Nur juga menilai substansi penjelasan pemerintah sebenarnya sudah berada pada jalur yang tepat. Namun, pemilihan kata dan gaya komunikasi menjadi faktor penting yang menentukan bagaimana pesan tersebut dipahami masyarakat.
Baca Juga: Habiburokhman Puji Keakraban Prabowo-Megawati, Bandingkan dengan Dino Patti Djalal
"Intinya dari saya, penyampaian yang disampaikan itu tepat, hanya saja perlu menggunakan diksi yang kemudian itu menyejukkan berbagai macam pihak. Sehingga tidak menimbulkan multitafsir yang kemudian bisa berujung pada tafsir yang liar," ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap pernyataan yang disampaikan pejabat di ruang publik akan langsung mendapat penilaian masyarakat.
Karena itu, respons terhadap kritik tidak cukup hanya berisi bantahan atau klarifikasi, tetapi juga harus mampu menghindari kesan defensif yang berpotensi memperpanjang polemik.
Nur juga mengingatkan pemerintah agar lebih mengedepankan pendekatan tabayun atau klarifikasi yang dialogis daripada membangun narasi yang memancing adu pernyataan di ruang publik.
Sebab, jika polemik terus berlanjut, masyarakat justru berisiko kehilangan fokus terhadap substansi persoalan yang dibahas.
"Kondisi saat ini kita perlu untuk meletakkan pada saling bertabayun agar tidak terjadi, saling memberikan balas membalas lewat media," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition