News / Internasional
Kamis, 04 Juni 2026 | 07:56 WIB
Kolase Trump-Netanyahu [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan hubungan diplomatiknya dengan Presiden Donald Trump tetap kuat meski sempat terjadi perbedaan pandangan.
  • Presiden Trump sebelumnya sempat mengkritik aksi militer Israel di Lebanon yang dianggap mengganggu stabilitas dan upaya negosiasi.
  • Netanyahu berupaya melucuti kelompok Hizbullah di Lebanon demi mencapai tujuan perdamaian meskipun gencatan senjata belum berhasil dicapai.

Di sisi lain, Netanyahu menegaskan bahwa dirinya dan Trump memiliki visi yang sama terkait Lebanon, khususnya dalam upaya melucuti kelompok Hizbullah.

“Saya pikir dia memahami bahwa Lebanon telah disandera oleh Hezbollah,” kata Netanyahu.

Hizbullah, yang bersekutu dengan Iran, menyatakan bahwa perlawanan mereka terhadap Israel merupakan bentuk pembelaan diri.

Kelompok tersebut menuding Israel berupaya memperluas wilayah dan mengusir warga di selatan Lebanon.

Konflik meluas setelah serangan terhadap Iran pada Februari lalu, yang kemudian memicu keterlibatan Hezbollah.

Sejak saat itu, pertempuran di wilayah selatan Lebanon terus berlanjut dan menyebabkan kerusakan luas serta pengungsian massal.

Sejumlah pejabat Israel bahkan secara terbuka mengusulkan pendudukan jangka panjang di Lebanon selatan.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya menyampaikan rencana untuk menguasai wilayah tersebut dan mencegah warga kembali.

Meski demikian, Netanyahu menyatakan bahwa ia menginginkan perdamaian.

Baca Juga: Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel

“Jika kita ingin menyelamatkan Lebanon dan mencapai perdamaian Israel-Lebanon, kita harus melucuti Hezbollah dan mendemiliterisasi Lebanon,” ujarnya.

Upaya diplomatik antara Lebanon dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat sejak April lalu belum membuahkan hasil.

Hingga kini, gencatan senjata belum tercapai dan konflik masih terus berlangsung.

Load More