- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan hubungan diplomatiknya dengan Presiden Donald Trump tetap kuat meski sempat terjadi perbedaan pandangan.
- Presiden Trump sebelumnya sempat mengkritik aksi militer Israel di Lebanon yang dianggap mengganggu stabilitas dan upaya negosiasi.
- Netanyahu berupaya melucuti kelompok Hizbullah di Lebanon demi mencapai tujuan perdamaian meskipun gencatan senjata belum berhasil dicapai.
Di sisi lain, Netanyahu menegaskan bahwa dirinya dan Trump memiliki visi yang sama terkait Lebanon, khususnya dalam upaya melucuti kelompok Hizbullah.
“Saya pikir dia memahami bahwa Lebanon telah disandera oleh Hezbollah,” kata Netanyahu.
Hizbullah, yang bersekutu dengan Iran, menyatakan bahwa perlawanan mereka terhadap Israel merupakan bentuk pembelaan diri.
Kelompok tersebut menuding Israel berupaya memperluas wilayah dan mengusir warga di selatan Lebanon.
Konflik meluas setelah serangan terhadap Iran pada Februari lalu, yang kemudian memicu keterlibatan Hezbollah.
Sejak saat itu, pertempuran di wilayah selatan Lebanon terus berlanjut dan menyebabkan kerusakan luas serta pengungsian massal.
Sejumlah pejabat Israel bahkan secara terbuka mengusulkan pendudukan jangka panjang di Lebanon selatan.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya menyampaikan rencana untuk menguasai wilayah tersebut dan mencegah warga kembali.
Meski demikian, Netanyahu menyatakan bahwa ia menginginkan perdamaian.
Baca Juga: Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel
“Jika kita ingin menyelamatkan Lebanon dan mencapai perdamaian Israel-Lebanon, kita harus melucuti Hezbollah dan mendemiliterisasi Lebanon,” ujarnya.
Upaya diplomatik antara Lebanon dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat sejak April lalu belum membuahkan hasil.
Hingga kini, gencatan senjata belum tercapai dan konflik masih terus berlangsung.
Berita Terkait
-
Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel
-
Penampakan Bandara Internasional Kuwait Luluh Lantak Dihantam Drone Iran
-
Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Menguat 3 Bulan Lagi
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Prabowo Sudah Sering Ingatkan! Istana Prihatin Pejabat Kabinet Terseret Korupsi Dua Hari Beruntun
-
Terbangun karena Hawa Panas! Warga Berhasil Menyelamatkan Diri Saat 30 Rumah di Johar Baru Terbakar
-
Korupsi Massal! Selain Wamen Silmy Karim, KPK Tahan Plt Dirjen Imigrasi hingga Pejabat Kanwil Jabar
-
Ketegangan Meningkat! Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Satu Orang Tewas
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Sidang Vonis Kasus K3: Akankah Eks Wamenaker Noel Dihukum 5 Tahun Bui?
-
Jurus Senyap Prabowo Bongkar Borok BGN: Gandeng BPKP dan PPATK Sebelum 'Gilas' Orang Kepercayaan
-
Dinilai Ilegal Dunia Internasional, Israel Ngotot Bangun Permukiman Besar-besaran di Tepi Barat
-
Netanyahu Abaikan Trump! Zionis Israel Bunuh 9 Warga Lebanon Termasuk Tenaga Medis
-
Kasus Korupsi BGN: Prabowo Panggil BPKP dan PPATK Usai Terima Laporan