- Serangan militer Israel di Lebanon pada Rabu (3/6/2026) menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk tenaga medis dan seorang tentara.
- Eskalasi serangan mencapai pinggiran Beirut dan wilayah lainnya, memicu kekhawatiran meluasnya konflik serta terancamnya upaya gencatan senjata internasional.
- Ketegangan ini memperburuk krisis kemanusiaan dengan ribuan korban jiwa serta jutaan warga Lebanon yang terpaksa mengungsi dari tempat tinggalnya.
Militer Israel mengklaim berhasil mencegat sejumlah proyektil dan drone yang masuk ke wilayahnya.
Ketegangan ini turut memengaruhi negosiasi lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa serangan ke Beirut dapat memicu perang besar.
“Serangan seperti itu akan memiliki konsekuensi serius dan bisa memicu kembali perang secara penuh,” tegasnya.
Sejak eskalasi konflik pada awal Maret, lebih dari 3.500 orang tewas dan lebih dari 10.000 lainnya terluka di Lebanon.
Selain itu, lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi akibat serangan yang terus berlanjut.
Upaya mediasi internasional kini memasuki fase krusial.
Dalam 24 jam ke depan, para pihak diharapkan dapat mencapai kesepakatan gencatan senjata komprehensif untuk menghentikan penderitaan warga sipil.
Baca Juga: Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran
Berita Terkait
-
Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran
-
Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat
-
Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel
-
Penampakan Bandara Internasional Kuwait Luluh Lantak Dihantam Drone Iran
-
Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Sidang Vonis Kasus K3: Akankah Eks Wamenaker Noel Dihukum 5 Tahun Bui?
-
Jurus Senyap Prabowo Bongkar Borok BGN: Gandeng BPKP dan PPATK Sebelum 'Gilas' Orang Kepercayaan
-
Dinilai Ilegal Dunia Internasional, Israel Ngotot Bangun Permukiman Besar-besaran di Tepi Barat
-
Kasus Korupsi BGN: Prabowo Panggil BPKP dan PPATK Usai Terima Laporan
-
Keamanan AS Mencekam Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Aksi Penyanderaan 12 Jam Berujung Tragis
-
'Bela Rakyatmu, Prabowo!': Nasihat Soemitro di Balik Keputusan Pahit Presiden Pecat Dadan Cs
-
Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara