News / Internasional
Kamis, 04 Juni 2026 | 08:25 WIB
Serangan militer Israel kembali mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk tenaga medis, dalam eskalasi terbaru yang juga menjangkau pinggiran ibu kota Beirut. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Serangan militer Israel di Lebanon pada Rabu (3/6/2026) menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk tenaga medis dan seorang tentara.
  • Eskalasi serangan mencapai pinggiran Beirut dan wilayah lainnya, memicu kekhawatiran meluasnya konflik serta terancamnya upaya gencatan senjata internasional.
  • Ketegangan ini memperburuk krisis kemanusiaan dengan ribuan korban jiwa serta jutaan warga Lebanon yang terpaksa mengungsi dari tempat tinggalnya.

Militer Israel mengklaim berhasil mencegat sejumlah proyektil dan drone yang masuk ke wilayahnya.

Ketegangan ini turut memengaruhi negosiasi lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa serangan ke Beirut dapat memicu perang besar.

“Serangan seperti itu akan memiliki konsekuensi serius dan bisa memicu kembali perang secara penuh,” tegasnya.

Sejak eskalasi konflik pada awal Maret, lebih dari 3.500 orang tewas dan lebih dari 10.000 lainnya terluka di Lebanon.

Selain itu, lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi akibat serangan yang terus berlanjut.

Upaya mediasi internasional kini memasuki fase krusial.

Dalam 24 jam ke depan, para pihak diharapkan dapat mencapai kesepakatan gencatan senjata komprehensif untuk menghentikan penderitaan warga sipil.

Baca Juga: Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran

Load More