- Koordinator Mapala se-Jabodetabek, Nurma Anisa, menilai pemerintah belum serius berdialog mengenai berbagai isu lingkungan hidup di Indonesia.
- Mahasiswa telah menyampaikan hasil kajian dan bukti konkret terkait konflik agraria serta nasib masyarakat adat kepada Kementerian Kehutanan.
- Kementerian Kehutanan dinilai bersikap defensif dan belum memberikan tindak lanjut nyata atas usulan kerja sama lingkungan dari mahasiswa.
Menurut Nurma, pertanyaan tersebut tidak relevan dengan substansi persoalan yang sedang mereka bawa.
“Itu bukan tanggung jawab kami, bukan kewajiban kami sebagai mahasiswa sebenarnya, tapi adalah sebuah pengabdian kami yang kami lakukan secara kolektif,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa program penanaman pohon dan pelestarian lingkungan telah menjadi agenda rutin organisasi Mapala di berbagai kampus. Namun upaya tersebut tetap dianggap tidak cukup oleh pihak kementerian.
“Tetap mereka tidak mau kalah dan akhirnya saya coba menawarkan sekiranya ada yang bisa dikolaborasikan antara program pemerintahan dan dengan program mahasiswa, kami bisa bantu,” katanya.
Meski pernah mendapat respons yang lebih terbuka dari Direktorat Pemulihan Ekosistem, Nurma mengaku hingga kini belum ada tindak lanjut konkret dari berbagai usulan kerja sama yang diajukan mahasiswa.
“Ketika kami follow up pengajuan program tapi buktinya tidak ada, hanya dukungan secara omongan saja sejauh ini,” ujarnya.
Karena itu, Nurma menilai kelompok muda harus terus menyuarakan isu lingkungan meski kerap berhadapan dengan sikap defensif pemerintah.
“Keluhan kami adalah kita sebagai organisasi, sebagai kolektif yang berusaha membangun struktur kecil untuk melakukan pemulihan tersebut, tapi ketika di kepalanya berusaha untuk menghancurkan, untuk menghambat tersebut,” kata Nurma.
Ia menegaskan bahwa keresahan generasi muda terhadap lingkungan lahir dari kesadaran bahwa merekalah yang akan menanggung dampak kerusakan alam di masa depan.
Baca Juga: Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya
“Itulah kami-kami muda yang akan melanjutkan ke depannya,” pungkasnya. (Reporter: Dinda Pramesti K)
Berita Terkait
-
Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya
-
Kejagung Buru Pihak Swasta Pemberi Fee Rp1,5 Miliar ke Ketua Ombudsman Hery Susanto
-
Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui
-
Isu Deforestasi, Pemerintah Yakinkan Buyer Jepang Soal Wood Pellet Gorontalo
-
Kemenhut Bidik Aktor Intelektual di Balik Tewasnya Gajah Sumatra di Konsesi Riau
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele
-
Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG
-
Di Mana Prima Salam? Ratu Dewa Ungkap Kondisi Terbaru Wakil Wali Kota Palembang
-
Media Asing: Timnas Indonesia Patut Minder dengan Trio Naturalisasi Vietnam
-
Spektrum Baru Bikin Internet Lebih Cepat hingga Pelosok, Telkomsel Siapkan Lompatan Jaringan 5G
-
Video AI Catut Gubernur DIY Beredar di WhatsApp, Publik Diimbau Waspada Modus Penipuan
-
Dari Boros ke Bijak: Tren Financial Glow Up yang Jadi Gaya Hidup Baru Gen Z
-
Kulit Sawo Matang Cocoknya Pakai Jilbab Warna Apa? Ini 7 Rekomendasi Warna yang Bikin Cerah
-
Ulasan Moby Dick: Kisah Obsesi, Dendam, dan Perlawanan Manusia terhadap Alam
-
Pamer Tumpukan Uang, KPK Amankan Barang Bukti Rp9,06 Miliar dari OTT Bupati Lombok Barat