News / Metropolitan
Selasa, 09 Juni 2026 | 18:17 WIB
Forum Diskusi Publik bertajuk Inspirasi, Kesempatan, dan Kontribusi Penyandang Disabilitas dalam Pengabdian kepada Negara yang digelar SSDM Polri di Ambhara Hotel, Jakarta pada Selasa (9/6/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)
Baca 10 detik
  • Siswa disabilitas SMAN 81 Jakarta berhasil menembus sistem pertahanan militer dan memperoleh apresiasi atas keahlian teknologi informasinya.
  • Kepala SMAN 81 Jakarta mengusulkan fasilitas bagi siswa disabilitas berbakat untuk berkontribusi melalui jalur pengabdian kepada negara.
  • Polri berkomitmen merekrut penyandang disabilitas dengan kompetensi khusus untuk mendukung kebutuhan organisasi pada era digital saat ini.

Suara.com - Kisah seorang siswa penyandang disabilitas yang mampu menemukan celah dalam sistem pertahanan militer mencuri perhatian dalam forum diskusi publik yang digelar SSDM Polri.

Cerita tersebut disampaikan Kepala SMA Negeri 81 Jakarta, Albaini dalam Forum Diskusi Publik bertajuk “Polri untuk Masyarakat: Inspirasi, Kesempatan, dan Kontribusi Penyandang Disabilitas dalam Pengabdian kepada Negara” yang digelar di Ambhara Hotel, Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

Albaini menjelaskan bahwa sekolahnya menerima banyak siswa penyandang disabilitas, termasuk yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang teknologi informasi.

"Salah satunya anak kami itu memiliki kelebihan di bidang IT. Dia bisa menerobos sistem pertahanan di militer dan dia menginformasikan bahwa ini cacat di sini," ujar Albaini.

Menurutnya, kemampuan siswa tersebut bahkan mendapat apresiasi dari pihak yang sistemnya berhasil diuji.

"Sehingga dari sistem pertahanan memberi hadiah kepada dia," katanya.

Albaini kemudian mempertanyakan apakah talenta-talenta seperti itu dapat difasilitasi Polri meski berasal dari kelompok disabilitas yang selama ini belum masuk kategori penerimaan.

"Nah, mungkin ini bisa kita fasilitasi sehingga mereka bisa memberikan satu kontribusi dari kepandaian yang mereka miliki," ujarnya.

Merespons hal tersebut, Karodalpers SSDM Polri, Brigjen Pol. Erthel Stephan menyatakan justru kompetensi semacam itu yang sedang dicari.

Baca Juga: Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel

"Hal-hal yang kompetensi-kompetensi seperti inilah sebenarnya yang kita harapkan," kata Erthel.

Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas tidak seharusnya dinilai hanya dari keterbatasan yang dimiliki.

Menurutnya, di balik kekurangan pada aspek tertentu, mereka kerap memiliki kemampuan dan potensi luar biasa di bidang lain.

"Dari hal tertentu mungkin mereka dianggap sebagai anak-anak atau teman-teman yang memiliki dalam tanda kutip kekurangan, tapi ternyata tidak. Di bidang lain ternyata dia punya kelebihan yang luar biasa," ujarnya.

Karena itu, Polri membuka peluang tindak lanjut bagi siswa penyandang disabilitas yang mengikuti seleksi.

Bahkan, jajaran kepolisian langsung membahas kemungkinan pemanfaatan potensi peserta di satuan lain, termasuk di lingkungan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri.

Load More