- PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga BBM Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai tanggal 10 Juni 2026.
- Pengemudi ojol asal Depok tidak terdampak biaya operasional karena mereka konsisten menggunakan BBM Pertalite untuk bekerja.
- Kenaikan harga Pertamax secara tidak langsung memicu peningkatan harga bahan pokok yang membebani pengeluaran rumah tangga pengemudi.
Suara.com - Pengemudi ojek online (ojol) roda dua mengaku kenaikan harga BBM Non-Subsidi Pertamax belum berdampak langsung bagi biaya operasional sehari-hari. Pengemudi ojol roda dua mengaku telah menggunakan BBM Subsidi Pertalite sejak awal mendaftar sebagai ojol.
Mahdi, salah satu pengemudi ojol roda dua asal Depok selalu menggunakan Pertalite untuk mengisi bahan bakar motor beat miliknya. Mahdi mengaku hanya menggunakan Pertamax sesekali untuk menghemat waktu ketika antrean Pertalite di SPBU dinilai sangat panjang. Semenjak harga Pertamax naik, Mahdi menyebut kini dirinya selalu mengandalkan Pertalite.
“Saya dari awal pakai pertalite tapi kalau antri panjang kita pasti ke pertamax. Berhubung BBM pertamax naik, saya jadi pakai pertalite terus sekarang,” kata Mahdi kepada jurnalis Suara pada Minggu (14/6).
Mahdi menjelaskan dirinya bersyukur masih bisa menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar utama sehingga tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM Pertamax. Meskipun kenaikan Pertamax belum berdampak terhadap operasionalnya sehari-hari sebagai ojol, Mahdi menyebut kenaikan harga Pertamax mempengaruhi naiknya harga sejumlah bahan pokok, yang pada akhirnya mempengaruhi pengeluaran rumah tangga.
“Pengeluaran sehari-hari saya jadi semakin terasa karena harga berbagai kebutuhan pokok naik, kayak cabai, bawang, dan minyak ikut naik,” kata Mahdi.
Untuk terus bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah kenaikan harga bahan-bahan pokok, Mahdi saat ini fokus menjaga jumlah pesanan agar tetap stabil. Ia berharap dengan semakin banyak order yang masuk, pendapatan yang ia terima juga semakin terjaga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sangat penting untuk mempertahankan jumlah order apalagi di situasi dan kondisi saat ini. Alhamdulillah saat ini jumlah order masuk masih relatif stabi,” kata Mahdi.
Di tengah tantangan yang ada, Mahdi bersyukur masih dapat mempunyai mata pencaharian sebagai ojol dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia berharap aplikator dapat memberikan penghargaan untuk ojol yang rajin mencari dan menyelesaikan order seperti dirinya.
“Kita cukup alhamdulilah kita masih bisa cari rezeki jadi ojol. Harapannya paling banyakin lagi hadiahnya buat mitra yang berprestasi. Kalau buat pemerintah tolong lebih melek lagi kepada rakyat,” ujar Mahdi.
Baca Juga: Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
Diketahui PT Pertamina Patra Niaga pada Rabu, 10 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter. Lonjakan harga bahan bakar beroktan 92 tersebut, dari yang sebelumnya ditahan pada level Rp12.300 per liter, mencatatkan kenaikan sebesar Rp3.950 atau setara 32,11 persen. Pada hari yang sama, varian Pertamax Green 95 turut melesat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Langkah ini seketika memicu beragam tanggapan di masyarakat. ***
Berita Terkait
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
BBM Naik, Kritik Diblokade: Mengapa Hubungan Kita dan Pemerintah Makin Toxic?
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang