News / Nasional
Senin, 15 Juni 2026 | 17:51 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Komisi IX DPR RI menggelar rapat tertutup dengan Badan Gizi Nasional di Jakarta pada Senin, 15 Juni lalu.
  • Keputusan rapat tertutup diambil untuk menjaga validitas data anggaran 2027 yang masih menggunakan dokumen kepengurusan lama.
  • Langkah tersebut bertujuan mencegah mispersepsi masyarakat karena pagu anggaran yang dibahas belum merepresentasikan program kerja yang sebenarnya.

Wanita yang akrab disapa Ninik ini mengawali jalannya persidangan dengan pembacaan doa bersama, dilanjutkan dengan verifikasi absensi kedewanan guna memastikan legitimasi legalitas hukum rapat kerja.

"Ada 35 anggota dari 8 fraksi yang hadir, jadi rapat ini sudah kuorum dan rapat saya buka," tegas Nihayatul di Ruang Rapat Komisi IX DPR RI, Gedung Nusantara, Senayan.

Sebelum melangkah pada penyampaian pokok materi dari kepala badan, Ninik melayangkan interupsi normatif kepada seluruh anggota dewan yang hadir mengenai opsi status keterbukaan persidangan.

Mengingat muatan bahasan beririsan langsung dengan rincian keuangan negara, ia menawarkan mekanisme pelaksanaan secara tertutup.

"Bapak, Ibu yang saya hormati, karena ini rapat pembahasan anggaran, apakah rapat ini terbuka atau tertutup Bapak, Ibu?" tanya legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Pertanyaan dari meja pimpinan langsung disambut jawaban kolektif secara serentak oleh para anggota komisi yang menghendaki sidang berjalan secara "Tertutup."

Load More