- Grup musik Slank sukses menggelar konser HS Hey Slank sesi kedelapan di Taman Prabuwangi, Bandung, Minggu (5/7/2026).
- Sebanyak 25 ribu penonton memadati lokasi konser yang turut mendukung pertumbuhan industri kreatif melalui partisipasi para pelaku UMKM.
- Slank membawakan 18 lagu bertema kritik sosial dan edukasi, serta berkolaborasi dengan delapan grup musik pendukung lainnya.
Dia juga sempat bercerita semangat mau kolaborasi dengan HS karena ada satu kesamaan visi membawa perubahan lewat gerakan sosial. Sebab itu, sikap kritis Slank tetap ditunjukkan lewat lagu-lagu yang dibawakan di atas pentas.
“Selain menghibur, Slank itu mengedukasi penggemar, protes di atas panggung. Pak Haji Suryo bilang ‘mereka (Slank) yang manggung aku yang deg-degan,” kata Bimbim saat sesi konferensi pers.
Sejumlah nomor manis juga dibawakan malam itu. Sebut saja lagu I Miss U but I Hate U, Mawar Merah, Kirim Aku Bunga, Ku Tak Bisa, Terlalu Manis, Shympaty Blues hingga Poppies Lane Memory.
Lagu Poppies Lane Memory punya cerita tersendiri. Lagu yang berangkat dari nama salah satu jalan di Bali itu masuk di Album Tujuh (1998). Bimbim ingat betul saat itu masih zaman kaset, terdapat di Side A pertama. Ketika itu lagu yang nge-hits di album itu adalah Balikin.
“Lagu itu mengendap puluhan tahun, tiba-tiba boom! (hari ini). Gen Z yang angkat, 20 tahun kemudian. Kalau kami bawakan di konser semuanya sing a long,” cerita Bimbim beberapa jam sebelum konser.
Malam itu, omongan Bimbim benar terjadi. Ketika Slank membawakannya, puluhan ribu Slankers bernyanyi bersama dari awal sampai akhir.
Konser HS Hey Slank di Bandung itu juga tercatat membawa line up artist terbanyak di banding di 7 kota sebelumnya. Selain Slank, ada 8 grup musik yang diajak tampil berkolaborasi dengan HS.
Terinci; Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, Sleting Down, Afterskema, Mahalara, NiMBY. Kemudian 3 lagi adalah Stand Here Alone/SHA, DT09 dan Preman Disco. Ketiganya berasal dari Bandung.
Baca Juga: Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
Berita Terkait
-
Catat Jadwalnya! Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka Piala Presiden 2026
-
Piala Presiden 2026 Kembali Digelar: Persib, Persija, dan 3 Tim Luar Negeri Ikut Serta
-
Bystander Effect: Saat Privasi Menjadi Alasan Kita Membiarkan Kejahatan Terjadi di Depan Mata
-
Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
-
Persib Kunci Ragnar Oratmangoen 3 Tahun, Sinyal Serius Kuasai Liga dan Asia
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung