- Delegasi Arab Saudi menghadiri pemakaman Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran pada Jumat, 3 Januari 2026.
- Kehadiran utusan Saudi dianggap sebagai langkah diplomatik signifikan untuk menjaga stabilitas regional di masa transisi kekuasaan Iran.
- Prosesi pemakaman diwarnai pembacaan ayat Al-Quran mengenai pertempuran historis yang memicu perdebatan sebagai simbol pesan politik tersirat.
Banyak warganet menganggap pembacaan ayat ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan pesan tersirat atau "sentilan" dari Teheran kepada Riyadh.
Narasi yang berkembang di dunia maya menyebut bahwa Iran sedang mengingatkan Saudi tentang posisi mereka dalam peta ideologi dan kekuatan militer di kawasan.
Ayat tersebut secara historis menggambarkan kemenangan kelompok kecil yang beriman atas kelompok besar, yang dalam konteks saat ini sering diterjemahkan secara bebas sebagai simbol perlawanan terhadap kekuatan yang dianggap beraliansi dengan Barat.
Kehadiran Tokoh Dunia dan Simbol Perlawanan
Selain delegasi Arab Saudi, upacara ini juga dihadiri oleh sederet tokoh internasional penting. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif terlihat hadir, mewakili negara yang selama ini berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat.
Rusia juga menunjukkan dukungan kuatnya dengan mengirimkan mantan presiden Dmitry Medvedev, yang kini menjabat sebagai wakil kepala dewan keamanan Rusia, sebagai utusan khusus Presiden Vladimir Putin.
Kelompok-kelompok yang menjadi bagian dari "Poros Perlawanan" juga tidak ketinggalan mengirimkan utusan mereka.
Delegasi dari kelompok milisi Palestina, Hamas, dan kelompok milisi Lebanon, Hizbullah—yang keduanya mendapat dukungan penuh dari Teheran—tampak hadir memberikan penghormatan.
Bahkan, perwakilan dari pemerintah Taliban di Afghanistan juga terlihat dalam barisan tamu internasional.
Baca Juga: Dino Patti Djalal Kritik RI Tak Hadir di Iran: Indonesia Takut sama Amerika?
Indonesia sendiri mengutus Duta Besar RI di Teheran sebagai bentuk penghormatan diplomatik atas wafatnya pemimpin tertinggi negara sahabat tersebut.
Prosesi Enam Hari dan Sinyal Balas Dendam
Televisi pemerintah Iran melaporkan, prosesi pemakaman ini akan berlangsung selama enam hari.
Jenazah rencananya akan dibawa ke Irak untuk disemayamkan di beberapa situs suci sebelum akhirnya dimakamkan secara permanen. Di Teheran, suasana duka bercampur dengan semangat perlawanan.
Dilansir kantor berita AFP, ribuan pelayat berkumpul di Grand Mosalla dengan membawa spanduk berwarna merah.
Dalam tradisi Islam mazhab Syiah, warna merah adalah simbol kemartiran sekaligus seruan untuk menuntut balas atas kematian seorang pemimpin.
Dinding kompleks Grand Mosalla dipenuhi dengan potret besar Khamenei, berdampingan dengan bendera hitam tanda berkabung dan bendera merah yang menyala.
Ratusan orang dilaporkan telah berkumpul di luar tempat prosesi sejak pagi buta. Beberapa orang menangis histeris, sementara yang lain duduk dengan sabar di trotoar sambil memanjatkan doa.
Atmosfer di Teheran saat ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh Ali Khamenei bagi rakyat Iran, sekaligus menjadi panggung bagi Iran untuk menunjukkan posisi politiknya di mata dunia internasional melalui simbol-simbol keagamaan dan militer yang kental.
Berita Terkait
-
Dino Patti Djalal Kritik RI Tak Hadir di Iran: Indonesia Takut sama Amerika?
-
RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut
-
Di Balik Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat, 700 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Benarkah Bangunan yang Lebih Tinggi Dapat Memperparah Kebakaran?
-
Lebih dari 16 Ribu Lulusan SD di Tangsel Tak Kebagian SMP Negeri saat SPMB 2026
-
120 Rumah di Tamansari Tak Punya Septic Tank
-
Kelangkaan Kursi Sekolah Jadi Akar Dugaan Jual Beli Bangku di SPMB 2026
-
Raja Juli Laporkan Dugaan Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Mulai Verifikasi
-
Dino Patti Djalal Kritik RI Tak Hadir di Iran: Indonesia Takut sama Amerika?
-
SPMB 2026: Dari Dugaan Gratifikasi hingga Siswa Titipan
-
Setengah Abad Menanti Sertifikat: Perjuangan Warga Dua RW di Jaksel Mencari Kepastian Hak Tanah
-
Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba, Solusi Praktis Penuhi Kebutuhan Harian