- Gubernur Pramono Anung merespons maraknya aksi pencurian besi pada fasilitas umum di wilayah Jakarta pada Rabu, 8 Juli 2026.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mencabut bantuan sosial serta KJP bagi pelaku pencurian yang menerima bantuan pemerintah tersebut.
- Pengawasan melalui CCTV di JPO ditingkatkan untuk mempercepat identifikasi dan penangkapan pelaku tindak kriminal di fasilitas umum Jakarta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara soal maraknya kasus pencurian besi yang kembali marak di sejumlah fasilitas umum ibu kota.
Ia menegaskan bahwa Jakarta sebagai kota terbuka memang tidak mungkin sepenuhnya bebas dari tindak kejahatan.
“Jakarta ini sebagai kota yang terbuka, tentunya tidak bisa 100 persen tidak terjadi apa-apa,” ujar Pramono di Jakarta, dikutip Rabu (8/7/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sanksi tegas bagi pelaku pencurian yang berstatus penerima bantuan pemerintah.
“Bagi siapapun yang melakukan itu, kalau dia pelajar, maka KJP-nya pasti akan kami cabut. Kalau dia penerima bansos, bansosnya tidak kami berikan,” tegas eks Sekretaris Kabinet itu.
Selain sanksi administratif, Pramono juga menyinggung upaya pengawasan melalui kamera pemantau di lokasi rawan pencurian.
“Sekarang ini, hampir semua JPO sudah dipasang CCTV. Saya sudah minta didalami dan ditindaklanjuti untuk para pelakunya,” tutur politisi PDIP itu.
Dengan pernyataan tersebut, Pramono berharap rekaman CCTV yang telah terpasang di hampir seluruh JPO dapat mempercepat proses pengungkapan pelaku pencurian besi fasilitas umum di Jakarta.
“Mudah-mudahan bisa kami tangkap,” tandasnya.
Baca Juga: Pemprov DKI Respons Usulan Kenaikan Tarif Transjakarta, Fokus pada Rute Bandara
Sebagaimana diketahui, media sosial kembali dihebohkan dengan kasus pencurian besi di beberapa fasilitas umum yang tersebar di wilayah Jakarta.
Terbaru, besi-besi di area Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pun ikut jadi sasaran aksi kriminal tersebut.
Berita Terkait
-
Tarif TransJakarta Mau Naik, Akankah Warga Kembali Memilih Kendaraan Pribadi?
-
Urus Izin KLB Kini Ditargetkan Selesai 15 Hari
-
Bukan Cuma Thamrin, Shelter Ojol Gratis 24 Jam Bakal Menjamur di Terminal dan Stasiun
-
Pemprov DKI Respons Usulan Kenaikan Tarif Transjakarta, Fokus pada Rute Bandara
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta
-
Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung
-
Pelibatan Taruna di Sekolah Rakyat Tuai Kritik, Dinilai Tak Tepat untuk Bentuk Karakter Siswa
-
Jelang MPLS 2026/2027, Gus Ipul Beri Pembekalan kepada 191 Sekolah Rakyat
-
Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah
-
Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad
-
Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan
-
KPK Jangan Melempem! Usut Tuntas Skandal Amplop Menhut Raja Juli di Kasus Suap Hutan Kuansing
-
DPRD DKI Nilai Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000 Masih Wajar, Ini Alasannya
-
KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung