News / Nasional
Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:23 WIB
Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran, melainkan melalui penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). (Dok: Biro Humas Kemensos/Pian Ardiansyah)

Haikal yang tinggal bersama bibinya setelah ayahnya mengalami gangguan jiwa dan ibunya menikah lagi mengaku senang menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Saya merasa senang karena bisa banyak teman, guru-gurunya baik kepada saya, dan bisa makan gratis di sini," ujar Haikal.

Bibi Haikal yang selama ini merawatnya mengaku melihat perubahan besar pada diri keponakannya sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Perkembangannya luar biasa, terutama kedisiplinan dan kepercayaan dirinya. Dulu dia jarang tampil di depan orang banyak, sekarang sudah berani tampil dan bahkan menjadi imam di sekolah," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga mengajak calon siswa untuk berani memiliki cita-cita setinggi mungkin.

Salah satunya disampaikan M. Faturrahman, calon siswa SRMP 18 Lombok Barat asal Kecamatan Gerung yang bercita-cita menjadi pilot.

"Kenapa ingin jadi pilot?" tanya Gus Ipul.

"Biar bisa mengumrahkan ibu," jawab Fatur yang langsung disambut tepuk tangan peserta.

Ibunda Fatur mengaku bersyukur atas hadirnya Sekolah Rakyat karena keterbatasan ekonomi membuatnya kesulitan memberikan pendidikan yang layak bagi putranya.

Baca Juga: Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

"Harapan saya dia bisa menjadi anak yang sukses. Saya berterima kasih kepada Pak Presiden Prabowo karena melalui Sekolah Rakyat anak kami bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan mencapai cita-citanya," ujarnya.

Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto kepada keluarga miskin dan miskin ekstrem agar anak-anak mereka memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas, dan berasrama selama 24 jam.

Dalam kesempatan ini dia juga mengingatkan para siswa agar tetap menghormati orang tua dan guru, apa pun kondisi ekonomi keluarganya.

Ia berharap Sekolah Rakyat dapat melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, memiliki keterampilan, serta menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

"Orang tua kalian bisa jadi pemulung, buruh serabutan, atau pekerja bangunan, tetapi tetap harus dihormati. Mudah-mudahan dari Sekolah Rakyat ini lahir dokter, guru, psikolog, polisi, pilot, bahkan Presiden Republik Indonesia di masa depan," tutupnya.***

Load More