News / Nasional
Senin, 13 Juli 2026 | 11:38 WIB
Institue Teknologi Sepuluh November (ITS)

Meski menjanjikan, pengembangan bensin sawit masih menghadapi tantangan sebelum dapat diproduksi secara luas. Teknologi ini masih berada pada tahap pengembangan sehingga memerlukan peningkatan kapasitas produksi, pengujian lebih lanjut, serta dukungan kebijakan apabila ingin diterapkan secara komersial.

Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, menilai inovasi tersebut dapat menjadi salah satu peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan sumber energi alternatif di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bakar.

Sementara itu, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatur Taufany, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar hasil riset tersebut dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pengembangan energi nasional.

Menurutnya, jika berhasil dikembangkan hingga skala industri, teknologi ini berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar. Namun, kontribusinya tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari bauran energi yang lebih luas, bersama sumber energi terbarukan lainnya.

Penulis: Chairunisa

Load More