News / Nasional
Kamis, 16 Juli 2026 | 12:14 WIB
Yuda Slamet Santoso berburu kerja di Job Fair Yogyakarta, berharap semakin banyak perusahaan membuka lowongan yang inklusif bagi disabilitas. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Yuda Slamet Santoso mencari pekerjaan di Job Fair Kota Yogyakarta pada 16 Juli 2026 setelah mengalami pemutusan hubungan kerja.
  • Yuda berhasil melamar posisi customer service pada dua perusahaan yang menyediakan formasi khusus bagi penyandang disabilitas di acara tersebut.
  • Ia berharap akses informasi lowongan kerja bagi penyandang disabilitas dapat ditingkatkan agar peluang kerja menjadi lebih luas dan inklusif.

Suara.com - -Di tengah ramainya pengunjung yang memadati stan perusahaan dalam Pameran Bursa Kerja (Job Fair) Kota Yogyakarta 2026, ada Yuda Slamet Santoso (36) tampak berkeliling menggunakan kursi rodanya menyusuri stan demi stan perusahaan.

Penyandang disabilitas itu datang membawa harapan sederhana, yakni memperoleh pekerjaan baru setelah kehilangan pekerjaan akibat pengurangan karyawan pada 2025 lalu.

Yuda sengaja mendatangi bursa kerja tersebut untuk mencari lowongan yang memang dibuka bagi penyandang disabilitas. Upayanya tidak sia-sia. 

Pada kesempatan ini, ia sudah menemukan dua perusahaan yang membuka kesempatan bagi pelamar disabilitas dan langsung memasukkan lamaran untuk posisi customer service, bidang yang telah ia tekuni selama bertahun-tahun.

"Sudah (memasukan lamaran pekerjaan), sudah menemukan dua perusahaan," kata Yuda saat ditemui, Kamis (16/7/2026).

Sebelumnya, Yuda bekerja sebagai customer service selama sekitar lima tahun lebih, sejak 2019 hingga Oktober 2025. Pengalaman tersebut menjadi modal baginya untuk kembali melamar di posisi serupa. 

Meski sempat kehilangan pekerjaan akibat efisiensi perusahaan, hal itu tidak membuat semangatnya surut untuk terus mencari peluang baru.

"Dulu di customer service. Terus kena pengurangan karyawan. Sekarang coba-coba lagi," ungkapnya.

Lowongan Mulai Bertambah, Informasi Masih Terbatas

Baca Juga: Butuh Kesempatan Kerja yang Setara, Fajeri di JobFair Jaksel: Padahal Difabel Ada yang Mampu Juga

Menurut Yuda, kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas mulai menunjukkan perkembangan positif. Ia menilai semakin banyak perusahaan yang berani membuka formasi bagi pekerja disabilitas dibanding beberapa tahun lalu, meski jumlahnya masih belum memadai.

"Kalau menurut saya itu udah lumayan ya daripada yang kemarin. Udah ada yang berani buka untuk dibabel itu udah bagus," ucapnya.

Di sisi lain, Yuda menilai tantangan terbesar yang masih dihadapi penyandang disabilitas adalah terbatasnya informasi mengenai lowongan kerja. Akibatnya, banyak pencari kerja disabilitas kesulitan mengetahui perusahaan yang membuka kesempatan bagi mereka.

"Kalau bisa diperbanyak (lowongan) supaya bisa menjangkau teman-teman disabilitas yang lain lebih banyak. Kalau teman disabilitas untuk cari kerja itu sulit. Beda sama yang normal," tuturnya.

Ia berharap semakin banyak perusahaan menyediakan lowongan khusus bagi penyandang disabilitas dan informasi rekrutmen dapat lebih mudah diakses. Dengan begitu, kesempatan bekerja bagi penyandang disabilitas tidak hanya bertambah, tetapi turut mencakup bidang pekerjaan yang lebih beragam.

"Tapi yang selama ini tuh yang seperti tadi, lowongan untuk kerja disabilitas masih agak sulit, infonya itu masih terbatas. Harapannya kedepannya bisa lebih banyak lagi. Supaya teman-teman yang lain bisa memperoleh kesempatan," ujarnya.

Load More