- Fajeri, seorang penyandang tuna rungu, kesulitan mencari peluang kerja pada acara JobFair Jakarta Selatan 2026 di Setiabudi.
- Hanya tiga dari empat puluh perusahaan di lokasi tersebut yang menyediakan posisi bagi penyandang disabilitas pada 8 Juli.
- Fajeri mendesak pemerintah agar menyediakan akses lapangan kerja yang inklusif serta program peningkatan keterampilan bagi penyandang difabel.
Suara.com - Antusiasme Fajeri (24), nyaris memudar saat ia menyusuri lorong-lorong JobFair Jakarta Selatan 2026 yang digelar di Gedung Nyai Ageng Serang, Setiabudi, Rabu (8/7/2026).
Sebagai seorang tuna rungu, harapan pria asal Jakarta Utara ini untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai keinginannya harus tertahan.
Kenyataan pahit menghadang: hanya segelintir perusahaan yang membuka pintu bagi penyandang disabilitas sepertinya. Dari puluhan stan yang memadati aula, Fajeri terpaksa gigit jari.
Ia hanya menemukan tiga perusahaan yang menyediakan posisi bagi difabel, sebuah angka yang jauh dari harapannya. Bahkan, pada akhirnya, ia memutuskan untuk hanya melamar pada dua perusahaan saja.
"Saya hanya coba di Alfa dan Shelter Indonesia," ungkap Fajeri saat ditemui Suara.com di lokasi, Rabu (8/7/2026).
Kekecewaan Fajeri bukan tanpa alasan. Ia sempat membandingkan pengalamannya saat menghadiri Job Fair di Bekasi beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kontrasnya sangat terasa; di Bekasi, ia masih menemukan setidaknya tujuh posisi yang bisa dilamar oleh kaum difabel.
Fajeri menduga, minimnya lowongan ini berakar dari stigma menahun yang masih melekat di benak para pemberi kerja.
Banyak kata dia, perusahaan yang masih memandang sebelah mata kemampuan fisik seseorang tanpa melihat potensi aslinya.
Baca Juga: BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini
"Padahal difabel ada yang mampu juga," celetuknya singkat namun penuh makna.
Melalui suaranya, ia menitipkan pesan mendalam bagi pemerintah.
Fajeri menuntut atensi nyata, bukan sekadar janji manis. Ia berharap ada langkah konkret untuk membuka akses lapangan kerja yang lebih luas serta program peningkatan keterampilan yang inklusif bagi semua kalangan.
Bagi Fajeri dan kawan-kawan difabel lainnya, pekerjaan bukan sekadar tentang mencari nafkah, melainkan tentang martabat dan pengakuan atas kemampuan mereka.
"Kami tak hanya ingin dijadikan simbol. Tetapi diberi juga kesempatan yang setara untuk bekerja dan berkarya," tegas Fajeri menutup pembicaraan.
Sebagai informasi, JobFair Jakarta Selatan 2026 diikuti 40 perusahaan. Acara yang digelar di Gedung Nyai Ageng Serang, Setiabudi ini berlangsung dari tanggal 7 hingga 8 Juli 2026.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
-
Saat Gelar Tak Lagi Jadi Tiket Masuk: Realita Pahit Dunia Kerja Bagi Lulusan Baru
-
Syarat Berpenampilan Menarik di Lowongan Kerja, Bentuk Beauty Privilege?
-
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
-
BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Jelang Muktamar PBNU, Gus Ipul Tegaskan Tak Semua PWNU-PCNU Punya Hak Pilih
-
Saat Stadion Tak Lagi Ramai, DPRD Usul Lahan Kamal Muara Disulap Jadi SMA Negeri
-
Kasus TPA Jatiwaringin: Mengapa Kebakaran TPA Terus Berulang, Apa Sebenarnya Akarnya?
-
Viral Perempuan Disabilitas Melahirkan, Polisi Buru Terduga Pelaku Rudapaksa di Jagakarsa
-
Ancam Hak Tanah dan Kriminalisasi Warga Adat, UU KSDAE Digugat ke MK!
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Melawan Vonis 10 Tahun, Nadiem Makarim Resmi Serahkan Memori Banding
-
Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal
-
Kejagung Bongkar Akal-Akalan Ekspor Logam Tanah Jarang, Dua Pengiriman Diduga Sudah Lolos
-
Pantas Suka Joget, Prabowo Blak-blakan Ungkap Punya DNA India di Hadapan PM Modi: Ini Benar!