News / Nasional
Rabu, 08 Juli 2026 | 17:43 WIB
Fazri (kanan) di acara Jobfair Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). (Suara.com/Alif Bintang)
Baca 10 detik
  • Fajeri, seorang penyandang tuna rungu, kesulitan mencari peluang kerja pada acara JobFair Jakarta Selatan 2026 di Setiabudi.
  • Hanya tiga dari empat puluh perusahaan di lokasi tersebut yang menyediakan posisi bagi penyandang disabilitas pada 8 Juli.
  • Fajeri mendesak pemerintah agar menyediakan akses lapangan kerja yang inklusif serta program peningkatan keterampilan bagi penyandang difabel.

Suara.com - Antusiasme Fajeri (24), nyaris memudar saat ia menyusuri lorong-lorong JobFair Jakarta Selatan 2026 yang digelar di Gedung Nyai Ageng Serang, Setiabudi, Rabu (8/7/2026).

Sebagai seorang tuna rungu, harapan pria asal Jakarta Utara ini untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai keinginannya harus tertahan.

Kenyataan pahit menghadang: hanya segelintir perusahaan yang membuka pintu bagi penyandang disabilitas sepertinya. Dari puluhan stan yang memadati aula, Fajeri terpaksa gigit jari.

Ia hanya menemukan tiga perusahaan yang menyediakan posisi bagi difabel, sebuah angka yang jauh dari harapannya. Bahkan, pada akhirnya, ia memutuskan untuk hanya melamar pada dua perusahaan saja.

"Saya hanya coba di Alfa dan Shelter Indonesia," ungkap Fajeri saat ditemui Suara.com di lokasi, Rabu (8/7/2026).

Kekecewaan Fajeri bukan tanpa alasan. Ia sempat membandingkan pengalamannya saat menghadiri Job Fair di Bekasi beberapa waktu lalu.

Antusiasme Fajeri (24), nyaris memudar saat ia menyusuri lorong-lorong JobFair Jakarta Selatan 2026 yang digelar di Gedung Nyai Ageng Serang, Setiabudi, Rabu (8/7/2026). (Suara.com/Alif Bintang)

Menurutnya, kontrasnya sangat terasa; di Bekasi, ia masih menemukan setidaknya tujuh posisi yang bisa dilamar oleh kaum difabel.

Fajeri menduga, minimnya lowongan ini berakar dari stigma menahun yang masih melekat di benak para pemberi kerja.

Banyak kata dia, perusahaan yang masih memandang sebelah mata kemampuan fisik seseorang tanpa melihat potensi aslinya.

Baca Juga: BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini

"Padahal difabel ada yang mampu juga," celetuknya singkat namun penuh makna.

Melalui suaranya, ia menitipkan pesan mendalam bagi pemerintah.

Fajeri menuntut atensi nyata, bukan sekadar janji manis. Ia berharap ada langkah konkret untuk membuka akses lapangan kerja yang lebih luas serta program peningkatan keterampilan yang inklusif bagi semua kalangan.

Antusiasme Fajeri (24), nyaris memudar saat ia menyusuri lorong-lorong JobFair Jakarta Selatan 2026 yang digelar di Gedung Nyai Ageng Serang, Setiabudi, Rabu (8/7/2026). (Suara.com/Alif Bintang)

Bagi Fajeri dan kawan-kawan difabel lainnya, pekerjaan bukan sekadar tentang mencari nafkah, melainkan tentang martabat dan pengakuan atas kemampuan mereka.

"Kami tak hanya ingin dijadikan simbol. Tetapi diberi juga kesempatan yang setara untuk bekerja dan berkarya," tegas Fajeri menutup pembicaraan.

Sebagai informasi, JobFair Jakarta Selatan 2026 diikuti 40 perusahaan. Acara yang digelar di Gedung Nyai Ageng Serang, Setiabudi ini berlangsung dari tanggal 7 hingga 8 Juli 2026.

Reporter: Alif Bintang

Load More