NTB.Suara.com - Sidang lanjutan kasus dugaan suap dan gratifikasi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dengan terdakwa Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe kembali berlanjut. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 4 September 2023 itu berlangsung panas.
Lukas Enembe tampak begitu emosional dan bahkan membanting mic saat sidang berlangsung. Dia memang terlihat beberapa kali marah dan berbicara kasar ketika ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi.
Melihat gelagat Lukas Enembe yang ngamuk saat sidang. Majelis hakim pun langsung memerintahkan dokter untuk melakukan pemeriksaan. Khususnya terkait dengan tensi darah. "Hasil pemeriksaan dokter terhadap terdakwa (Lukas), tensi 180 per-100.
Kemudian dokter merekomendasikan untuk yang bersangkutan dilakukan penanganan lanjut ke IGD RSPAD," kata Jaksa dikutip dari suara.com.
Untuk diketahui, Lukas Enembe didakwa menerima gratifikasi dan suap senilai Rp 46,8 miliar dari sejumlah pihak swasta terkait dengan proyek pembangunan di Papua.
Pria yang bergabung dengan Partai Demokrat tersebut ditangkap pada Selasa 10 Januari 2023 di Papua. Penangkapan dilakukan setelah Lukas menjadi tersangka pada September 2022 karena dugaan suap Rp 1 milar dari Direktur PT Tabi Bangun Papua (PT TBP) Rijatono Lakka (RL). Bukan hanya itu, dia juga dijerat Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU.
Kembali ke jalannya sidang. Kondisi mantan orang nomor satu Papua itu pun akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat pengangan lebih lanjut. Dan, majelis hakim akhirnya menunda sidang sampai Rabu 6 September 2023 nanti.
"Pemeriksaan terdakwa hari ini belum bisa dilanjutkan, mengingat tadi hasil pemeriksaan terakhir, tensi darah dari terdakwa itu cukup tinggi, ya dari ukuran normal," ungkap hakim.
Lukas Enembe langsung dibawa ke UGD RSPAD Gatot Soebroto guna mendapat penanganan tim medis lebih lanjut. Mengingat, dia sempat mengalami stroke dan juga ginjal bermasalah. (*)
Baca Juga: PSIS Semarang Resmi Pinjamkan Dua Pemain ke Klub Liga 2
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit
-
Mind Corner di Liga Universitas 2026, Ruang Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian
-
Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Berulang Kali Digosipkan Pencucian Uang hingga Suap, Raffi Ahmad Trauma Bekerja di Pemerintahan?
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?