Suara.com - Sebuah video pendek tersebar memperlihatkan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terhadap sebuah mobil yang melaju kencang ke area pejalan kaki. Peristiwa ini menewaskan satu orang. Seorang pengemudi salah menginjak pedal yang diduga rem tapi justru pedal gas. Pertpall Sall (68) dipenjara selama dua tahun dan empat bulan dari peristiwa yang terjadi di Reading, Berkshire, beberapa waktu lalu.
Sonata Saulytyte (44) diketahui menjadi korban tewas, yang saat itu mengunjungi keponakannya. Ford Focus hitam milik Sall tiba-tiba melaju kencang ke sekelompok orang yang berjalan di area pejalan kaki.
Berdasarkan penjelasan di pegadilan, korban terbanting ke pagar dan berakhir di bawah mobil ketika berhenti di jalurnya.
"Terdakwa keluar dari mobilnya dengan tangan di atas kepalanya. Dia mencari sesuatu di bagasi mobilnya dan berkomentar bahwa remnya blong. Dia berkata kepada orang-orang di sekitarnya bahwa mayat di bawah reruntuhan ada di sana dan dia tidak melakukan kesalahan apa pun," jelas Jaksa Alan Blake.
Kemudian Sall dibawa ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan, sebelum dia akhirnya dibawa ke kantor polisi.
Dengan tegas Sall mengungkapkan, jika rem mobilnya blong sehingga tidak berfungsi.
Hal yang dicatat pengadilan bahwa Sall tidak memakai kacamata seperti yang sudah disarankan dokternya.
Saat itu, seorang lelaki berusia 20 lolos dari kecelakaan. Dia kala itu tengah istirahat untuk makan siang. Meskipun selamat, lelaki ini menderita luka yang mengubah kehidupan di kedua kakinya.
Pengadilan mendengar Sall mengemudi di 30mph ke arah area pejalan kaki, dan tiba-tiba berbelok, menghindari kendaraan lain termasuk bus sebelum menaiki trotoar.
Baca Juga: Ditolak Puskesmas karena Bau, Lansia Ini Terkapar di Mobil Angkot
"Ini memang tidak disengaja. Tapi peristiwa ini merupakan kesalahan serius yang memiliki konsekuensi tragis. Tidak ada yang akan keluar dari kasus ini sebagai pemenang. Saya telah membaca pernyataan korban tragis dan apa pun yang saya lewati hari ini tidak akan membawa kembali bibi seseorang," beber Hakim Paul Dugdale.
Dia pun menuturkan, kalimat apa pun yang diberikannya akan menjadi hukuman yang berat bagi seorang perempuan berusia 68 tahun dengan 10 cucu.
"Mengemudi yang menciptakan risiko bahaya yang signifikan, tidak menahan sesuatu yang disengaja. Tetapi kita harus memperhitungkan bahwa ada lebih dari satu korban dan itu berlangsung selama enam detik yang berkepanjangan," terangnya.
Sall, dari Headley Road East, Woodley, Berks. dijatuhi hukuman setelah dia mengakui menyebabkan kematian karena mengemudi dengan berbahaya dan menyebabkan cedera serius. Dia dipenjara selama 28 bulan dan dilarang mengemudi selama enam tahun setelah dibebaskan. [Metro]
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
Terkini
-
5 Pilihan Motor Lebih Murah dari Honda BeAT tapi Bagasinya Besar, Lebih Bertenaga
-
Daftar 10 Provinsi yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026
-
Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan
-
Mobil Keluaran 90-an yang Direkomendasikan Pakar: Desain Timeless, Bertenaga, Lebih Murah dari Motor
-
Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman
-
Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara
-
Bukan Indonesia, Negara Ini yang Jadi Tempat Kelahiran Yamaha R2?
-
Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia
-
Studi: Gen Z Tak Bisa Ganti Ban Mobil Senidiri saat Ban Bocor
-
Ada 9 Varian: Simak Perbedaan Harga dan Fitur Yamaha Aerox Biar Nggak Bingung