Suara.com - Saat pertama kali membeli kendaraan baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4), pastinya dilengkapi komponen yang masih baru. Selain itu tentunya memiliki kualitas dengan standar pabrikan.
Bekal ini tentu membuat pengguna sangat berhati-hati dalam menjaga dan merawat kendaraan mereka. Namun seiring berjalannya waktu, kendaraan yang kita gunakan pasti akan mengalami banyak perubahan baik pada komponen utama maupun pendukung.
Perubahan ini menimbulkan banyak gesekan yang berpotensi menyebabkan keausan dan kerusakan komponen dan pada akhirnya akan mengganggu performa tunggangan Anda.
Salah satu komponen yang bakal mengalami keausan dan kerusakan ini adalah busi.
Selama waktu pemakaian, mengutip laman NGK Busi, tentu pengendara akan merasakan bahwa kendaraan yang digunakan memiliki daya respon yang baik, efisiensi penggunaan bahan bakar stabil, serta mudah dalam melakukan start. Namun pada saat akumulasi penggunaan kendaraan dengan jarak tertentu, keuntungan ini tidak bisa Anda rasakan kembali.
Lalu apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi?
Pada busi terdapat dua elektroda yang biasa disebut elektroda ground maupun elektroda pusat.
Elektroda ini memiliki celah atau gap yang sudah disesuaikan oleh standar mesin yang digunakan. Namun pada kondisi pemakaian tertentu, elektroda mengalami erosi atau kerusakan yang menjadikan gap lebih lebar.
Semisal gap standarnya 0,7 mm akan tetapi setelah digunakan menjadi 1,0 mm. Perluasan celah ini yang mengakibatkan deretan perubahan performa pada kendaraan kita, sehingga tunggangan R2 dan R4 tidak seperti baru kembali.
Baca Juga: Syahrini - Reino Barack Bahas Baju Pengantin? Ini Klarifikasinya
Efek dari perubahan celah ini akan mengakibatkan rentetan penurunan performa akibat busi yang tidak dijaga kondisinya. Jika sudah seperti ini, komponen pendukung busi lainnya akan merasakan hal yang sama, di antaranya adalah tutup busi, kabel pengapian, koil, bahkan sampai dengan baterai yang kita gunakan akan terjadi penurunan performa.
Sehingga kebutuhan transfer energi listrik yang awalnya (contoh : 1 Volt) terjadi kenaikan (contoh : 2 Volt) yang mengakibatkan kinerja dari komponen pendukung lainnya harus kerja extra maksimal untuk mensuplai kebutuhan busi tersebut. Jika sudah seperti ini yang dibutuhkan adalah mengganti komponen tersebut secara menyeluruh maupun sebagian.
Oleh karena itu sebelum hal itu terjadi maka ganti busi pada waktunya sangat dianjurkan untuk semua kendaraan, tidak perlu menunggu sampai kendaraan mogok.
Sementara waktu penggantiannya sendiri, bisa ditanyakan kepada autorized dealer di mana kendaraan R2 dan R4 dibeli, atau merujuk buku panduan manual.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Dicuci? Simak Tips yang Tepat!
-
Desain Mirip Range Rover, SUV Mewah XPeng GX Sertakan Fitur AI Setir Otonom
-
Resmi Mengaspal, All New Honda Vario 125 Jawab Penantian 'Sweet Spot' Skuter Matik Warga Jogja
-
Terpopuler: Suzuki XBee Bisa Bikin Honda Brio Tamat? Cek Jodoh Motor buat Gayamu
-
Mitsubishi Destinator Harga Terbaru Februari 2026, Apa Beda Fitur di Tiap Varian?
-
Daihatsu Feroza Berapa CC? Segini Harganya di 2025, Masih Gagah Buat Retro Style!
-
6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
-
Pilih Mana? Ini Perbedaan Harga, Spesifikasi, dan Fitur Mitsubishi Xpander vs Xpander Cross 2026!
-
Diskon Opsen Turun, Harga LCGG Daihatsu Berpotensi Naik Hingga Rp 8 Juta
-
Lebih Murah dari M6 dan Cloud EV, Harga Mobil Listrik Polytron Mulai Berapa?