Suara.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad memperkirakan bahwa industri otomotif Indonesia baru bisa memasuki masa pemulihan pada Oktober 2020 pasca kasus Coronavirus Disease atau Covid-19 berangsur hilang.
Dengan demikian, dibutuhkan waktu selama tujuh bulan pasca Covid-19 terdeteksi di Indonesia pada Maret 2020.
"Ketika Covid-19 mendekati titik bawah atau tidak ada kasus sama sekali, orang akan mulai aktivitas normal. Ekonomi mulai kembali dan pemerintah mulai mengurangi pembatasan dan pabrikan mulai berproduksi. Kalau kami proyeksi bulan ketujuh mulai recovery," kata Tauhid Ahmad saat bincang virtual bersama Forum Wartawan Otomotif, baru-baru ini.
Namun demikian, Tauhid Ahmad menegaskan bila pemulihan industri otomotif bisa terjadi dengan catatan pemerintah dan segenap pemangku kepentingan lain mengambil langkah cepat dan tanggap untuk membenahi sektor yang terdampak.
Tauhid Ahmad mengambil contoh, China mulai membuka pabrik ketika tidak ditemukan lagi kasus baru. Hasilnya, roda ekonomi mulai bergerak, kemungkinan Oktober-November industri otomotif baru mulai leluasa.
"Nah ini tergantung lagi ya, kalau masih masih naik (kasus Corona) sampai Juni ya makin akan mundur lagi," terangnya.
Ia menyebut, ada langkah yang ekstrem untuk memulihkan roda perekonomian agar kembali normal.
"Kebijakan paling ekstrem memang lockdown, tapi APBN kita pasti tidak mampu untuk membiayai sekitar 108 juta masyarakat yang harus dibantu. Pemerintah juga harus menambah dana lebih dari Rp 405 triliun untuk ini," tutup Tauhid Ahmad.
Catatan dari Redaksi: Jika merasakan gejala batuk, sakit tenggorokan dan demam, informasi seputar Coronavirus Disease (Covid-19) bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119. Terapkan imbauan tetap tinggal di rumah, dan jaga jarak atau physical distancing, minimal dua meter persegi. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah.
Baca Juga: Picu Perburuk Wabah Corona, PRJ Ditunda Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Apa Kelebihan dan Kekurangan Motor Hybrid? Ini 5 Rekomendasinya
-
Ini Cara Mengecas Sepeda Listrik yang Benar, Cek 5 Rekomendasi Selis Fast Charging Tercepat!
-
Apakah Sepeda Listrik Perlu Membayar Pajak Tahunan? Ini Penjelasannya
-
Pilihan Mobil Hybrid Hemat Bahan Bakar di Tengah Naiknya Harga BBM
-
Ironi Tren Mobil Listrik yang Jadi Ancaman Gelombang PHK Industri Otomotif
-
Toyota Indonesia Gelontorkan Rp 1,3 Triliun Perkuat Produksi Baterai Mobil Listrik Bareng CATL
-
Yamaha Mio 2026 Dikabarkan Bangkit Kembali Demi Usik Dominasi Kompetitor
-
Strategi Berisiko Nissan Suntik Mati 11 Mobil Demi Bisa Bertahan
-
Dilema Mobil Listrik Global Toyota Memilih Melawan Arus saat Honda dan VW Mulai Lempar Handuk
-
Bukan Lagi Rp0, Ini Bocoran Nominal Pajak Mobil Listrik Terbaru Sesuai Permendagri