Ilustrasi mobil terendam banjir. [Shutterstock]
Suara.com - Salah satu yang paling dikhawatirkan di musim hujan adalah mobil terendam banjir. Pasalnya saat terendam air, beberapa komponen mobil bisa mengalami kerusakan.
Di dalam mobil banyak terdapat komponen elektronik yang rentan terhadap air. Mengutip mobil88, apa saja komponen yang dapat rusak akibat terendam banjir:
- Watter Hammer
Water hammer adalah jenis kerusakan terparah yang bisa diakibatkan oleh air dari banjir. Ini terjadi ketika air masuk ke dalam ruang bakar ketika mesin sedang bekerja.
Piston yang sejatinya mengkompres udara dan bahan bakar pun harus mengkompres air yang masuk. Berhubung air adalah zat yang tidak bisa dikompres, maka akan terjadi tekanan sangat tinggi di dalam ruang bakar yang mengakibatkan piston berlubang, setang piston patah serta blok mesin bisa pecah.
Jika sudah begini kondisinya, maka mobil pun tidak bisa digunakan dan biaya untuk perbaikan menjadi sangat mahal. - Korsletnya ECU
Jika mobil terendam banjir, ada peluang korsleting pada Engine Control Unit (ECU) yang menjadi otak dari mobil modern. Banyak mobil keluaran baru memiliki ECU yang diletakkan di dalam ruang mesin. Posisi ini jelas rentan terkena air saat melibas banjir.
Jika sampai terjadi korsleting, maka kamu tidak ada pilihan lain yaitu harus mengganti ECU baru, karena ECU ini tidak disarankan untuk diservis. - Oli
Oli berubah warna menjadi coklat pekat seperti kopi susu, ini juga akibat dari mobil yang menerjang banjir. Ketika mobil terendam banjir, maka akan ada bagian mobil yang dimasuki air, seperti bagian transmisi dan mesin.
Begitu air masuk, maka oli di dalamnya akan terkontaminasi. Oli yang tercampur air akan berwarna kecoklatan seperti kopi susu dan kehilangan daya lumasnya secara drastis.
Selain itu, air akan membuat komponen mesin lebih rentan terkena karat. Namun sebelum karat terjadi, daya lumas oli yang berkurang akan membuat bagian yang bergesekan menjadi aus secara dini. Pada transmisi otomatis, pelumas yang terkontaminasi air akan menyebabkan kerusakan di pelat kopling berlapisnya. - Transmisi ngadat
Pada mobil bertransmisi manual, sangat diharamkan memarkir mobil sesaat setelah menerjang banjir. Air yang merembes ke kopling, akan membuat kopling dan dekrup menjadi lembab. Kelembaban ini mengakibatkan terjadi adhesi yang kuat antara pelat kopling dan sekrup.
Saat transmisi dalam posisi netral, kopling dalam posisi lepas sehingga plat kopling dan dekrup saling melekat kencang. Jika dibiarkan semalaman, dampaknya transmisi mobil tidak akan bisa dioperasikan. - Kampas rem berkarat
Komponen lain yang rentan rusak adalah pengereman. Di mana kampas dan piringan rem mudah berkarat bila dalam keadaan lembab. Dan saat kamu menarik rem tangan pada kondisi masih basah, kampas rem belakang bisa menempel dengan piringannya.
Gejala menempelnya rem bisa kamu rasakan setelah rem tangan dilepas, namun laju mobil tetap terhambat. Bila kadar menempelnya sudah sangat erat, bisa terjadi kerusakan pada kampas maupun piringan rem.
Komentar
Berita Terkait
-
Tips Rawat Mobil Pascabanjir dan Cara Cegah Kerusakan Transmisi Matik Saat Musim Hujan
-
Mobil Ditinggal Liburan? Lakukan 7 Trik Ini agar Tidak Mogok dan Hemat Biaya Servis Jutaan
-
8 Cara Bersihkan Mobil Setelah Terendam Banjir, Jangan Langsung Nyalakan Mesinnya!
-
Ini 6 Langkah Merawat Mobil saat Musim Hujan, Jangan Skip!
-
Mobil Terendam Banjir? Jangan Panik, Ini Panduan Lengkap untuk Menyelamatkan Kendaraan Anda
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Bukan Lexi dan FreeGo, Ini Senjata Rahasia Yamaha dengan Performa Ampuh untuk Sikat Vario 125