Suara.com - Masalah emisi gas buang sepertinya masih menjadi salah satu momok bagi sejumlah pabrikan otomotif dunia. Sebab tak sedikit carmaker yang tersandung kasus emisi.
Salah satu yang paling dikenal adalah kasus kecurangan emisi yang dilakukan oleh Volkswagen yang bermula pada 2015.
Kali ini giliran Nissan dan Porsche tersandung kasus mengenai laporan palsu emisi gas buang untuk mobil-mobil mereka di Korea Selatan.
Melansir Autoevolution, regulator Anti Monopoli Korea Selatan melakukan penyelidikan mengenai kasus ini atas tuduhan pemalsuan laporan emisi gas buang. Selain itu, regulator juga meminta kedua perusahaan untuk memperbaiki laporan emisi gas buang untuk mobil bermesin diesel mereka.
Praktik pemalsuan emisi gas buang ini menggunakan perangkat lunak ilegal di setiap mobil mereka. Perangkat lunak ini berfungsi untuk mengurangi hasil emisi gas yang keluar dari dalam kendaraan.
Hasilnya informasi yang ditampilkan bisa sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kasus ini juga diketahui oleh Korea Fair Trade Commission (KFTC). Badan ini bahkan sudah memutuskan denda sebesar KRW 173 juta (won) kepada Nissan Korea Selatan.
Korea Selatan juga diketahui memiliki peraturan yang ketat mengenai emisi gas buang. Ini bukan kali pertama perusahaan otomotif tersandung masalah itu.
Berita Terkait
-
Trofi Asli Piala Dunia Sudah Tiba di Korea Selatan, Kapan ke Indonesia?
-
Timnas Futsal Indonesia Uji Coba Lawan Jepang dan Tajikistan Jelang Piala Asia 2026
-
Soft Boy Vibes, 4 Inspirasi Daily OOTD ala Park Ji Hoon!
-
Comeback Layar Lebar, Go Min Si Resmi Bintangi Film Moral Family
-
5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Pabrik BYD di Subang Kemungkinan Akan Rakit Lebih dari Satu Model Mobil
-
Airlangga Melunak, Pertimbangkan Beri Insentif Sektor Otomotif
-
Volvo EX60 Siap Debut: Terintegrasi Google Gemini, Jarak Tempuh 810 KM
-
10 Mobil Listrik Terlaris di China 2025: EV Murah Geely Gulingkan Tesla, Wuling Nomor 2
-
5 Pilihan Mobil Bekas di Bawah Rp70 Juta yang Jarang Bermasalah, Nyaman dan Kabin Lega
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Eropa untuk Budget Terbatas
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Mazda Termurah Masih Layak Beli di 2026, Tabungan Anti Jebol
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Sistem Pendingin Tangguh, Aman untuk Macet-macetan
-
Akan Luncurkan Lagi Mobil Semurah Atto 1 di Indonesia? Ini Kata Petinggi BYD di China
-
3 Pilihan Harga Daihatsu Luxio Bekas: MPV 'Boxy' Pintu Geser Mulai Rp100 Jutaan, Luas dan Bandel