Suara.com - Mantan Chief Executive Officer (CEO) Nissan-Renault Carlos Ghosn melarikan diri dari pengadilan Jepang dan kini berada di Lebanon.
Adapun kasusnya bergulir saat badan pengawas sekuritas Jepang menuduh Carlos Ghosn dan Nissan melanggar undang-undang instrumen keuangan dengan melaporkan paket pembayaran Carlos Ghosn sekitar 9,1 miliar yen dalam delapan tahun hingga Maret 2018. Salah satu nama yang terseret dalam kasus ini adalah Greg Kelly, kini mantan Direktur Nissan Motor.
Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, Greg Kelly membantah telah melanggar hukum keuangan dan beralasan Carlos Ghosn menerima bayaran dalam bentuk kompensasi supaya tidak pindah ke perusahaan lain dan tetap bekerja di Aliansi Renault-Nissan.
Pengadilan juga mendenda Nissan 200 juta yen atau setara 1,73 juta dolar Amerika Serikat (AS) karena kegagalan perusahaan mengungkapkan gaji Carlos Ghosn. Dan pihak perusahaan sudah mengaku bersalah sejak awal persidangan 18 bulan lalu.
Pada Kamis (3/3/2022), pengadilan Tokyo menjatuhkan hukuman percobaan selama enam bulan kepada Greg Kelly.
"Pengadilan menemukan adanya remunerasi yang belum dibayar dan kegagalan untuk mengungkapkan "jumlah keseluruhan" juga pelaporan "palsu"," kata Hakim Ketua Pengadilan Tokyo kepada Greg Kelly di persidangan.
Selain itu, hakim juga menyatakan bahwa Toshiaki Ohnuma, seorang pejabat yang mengawasi rincian kompensasi pendapatan yang diterima Carlos Ghosn juga bersalah. Namun, ia selamat dari hukuman karena mau bekerja sama dengan jaksa untuk mengungkap kasus Carlos Ghosn.
"Pernyataan Ohnuma berbahaya, namun ia membuat pernyataan yang sesuai keinginan jaksa," kata hakim.
"Ada bahaya sebagai "kaki tangan", di mana dia akan berusaha mengalihkan tanggung jawab kepada Carlos Ghosn," tambah hakim.
Berita Terkait
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur
-
Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah
-
Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon
-
Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Toyota Vios Kini Seharga Motor Matic Bekas, Mending Beli Eks Taksi atau Pribadi? Ini Kata Pakar
-
Mitsubishi Destinator Padukan Mesin Turbo dan Efisiensi Bahan Bakar untuk Harian
-
Harga Sembako Terus Melambung, Yamaha Gear Ultima Jadi Solusi Pilihan Motor Irit dan Fungsional
-
Apakah Indomobil Tyranno Aman Lewat Banjir? Cek Hasil Tes Ekstremnya di Sini
-
Daya EV Terisi 70 Persen Dalam 5 Menit: Charger Kilat BYD Tiba di Negeri Tetangga, Indonesia Kapan?
-
Teruji di Papua Motor Listrik Yadea VELAX H yang Digunakan Wapres Gibran Kini Mejeng di Kemayoran
-
Canggih, Lampu Kabin Mobil Hyundai Bisa Musnahkan Bakteri: Begini Cara Kerjanya
-
Geely Lipat Gandakan Produksi EX2 di Purwakarta demi Pangkas Waktu Inden
-
Alasan Yamaha Gear Ultima Cocok Jadi Teman Mobilitas Harian, Irit Bahan Bakar dan Bagasi Luas
-
5 Motor Honda yang Namanya Mirip Mobil, Kebetulan atau Sengaja?