Suara.com - Komplotan penipu dengan modus pengobatan alternatif menggunakan perantara batu mustika merah delima berhasil diringkus Polresta Samarinda.
Dikutip kantor berita Antara, komplotan ini menjalankan aksinya di dalam angkot atau angkutan umum trayek B di Jalan Pemuda, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.
AKP Noordianto, Kapolsek Sungai Pinang di Samarinda, Rabu (13/4/2022) menyatakan bahwa komplotan berhasil menipu korbannya. Ibu rumah tangga bernama Hj Wati, dengan kerugian sejumlah perhiasan bernilai Rp 80 juta.
"Awalnya korban akan naik angkot menuju jalur Pasar Pagi, namun di dalam angkot korban dihipnotis dan kemudian dibawa keliling hingga ke Jalan Pemuda," jelas AKP Noordianto.
Berdasarkan keterangan korban, Polresta Samarinda berhasil mendapatkan ciri-ciri keempat pelaku aksi penipuan tadi.
"Kami langsung melakukan penyelidikan terhadap komplotan ini," tandas Kapolsek Sungai Pinang.
Operasi dilaksanakan Selasa (12/4/2022), sekitar pukul 11.00 WITA keempat pelaku berhasil diamankan di Jalan Panglima Batur,Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota.
"Saat itu mereka mau mencari sasaran lagi, dan kami amankan barang bukti berupa mobil Xenia KT 1573 LA warna hitam, batu mustika merah delima, amplop coklat kumal berisi enam gelang imitasi, tiga pecahan Rp 1.000 dan dua pecahan Rp500, dua buah baut dan pecahan batu," rinci Kapolsek Sungai Pinang.
"Komplotan ini sudah lama melakukan aksinya, di berbagai TKP di Samarinda dan di luar Samarinda. Juga beraksi di daerah lain, termasuk Balikpapan dan ini masih kami dalami lagi," kata AKP Noordianto.
Baca Juga: Polisi Tangkap Penyalahgunaan Solar di Manado, Pertamina Berikan Apresiasi
Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat bepergian ke pasar atau tempat umum lainnya. Tidak tidak menggunakan perhiasan yang mencolok demi menghindari aksi kejahatan.
Adapun modus operandi komplotan penipu di angkot tadi sebagai berikut:
- Para pelaku menyewa sebuah angkutan umum tipe angkot, Hasriadi (20) menjadi sopir angkot untuk mencari sasarannya di sekitar Pasar Pagi. Tiga rekannya mengendarai mobil Daihatsu Xenia KT 1573 LA warna hitam.
- "Kemudian satu persatu pelaku ini naik ke angkot dan pura-pura tidak saling mengenal. Setelah itu mereka menjalankan peran masing-masing," jelas Kapolsek Sungai Pinang.
- Pelaku bernama Andi Arul (44) berperan sebagai ahli pengobatan alternatif, ia residivis kasus yang sama. Lalu ada M Rusli (39) sebagai mediator yang meyakinkan korbannya, juga seorang residivis. Lalu Rival (21) yang mengemudikan Daihatsu Xenia.
- "Salah satu pelaku atas nama Andi Arul mengatakan batu mustika merah delima ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit, dan pelaku lainnya membuat korban yakin dengan bujuk rayunya. Yaitu batu ini obat di atas segala obat, juga bisa menambah rezeki," ungkap Kapolsek Sungai Pinang.
- Pelaku mengelabui korban agar melepas semua perhiasannya untuk disucikan dengan dalih sumber penyakit juga bisa berasal dari barang.
- Setelah berhasil, pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan korban di dalam angkot, menggunakan mobil yang dikemudikan Rival.
- "Perhiasan emas yang diambil berupa 12 gelang ukuran besar dan kecil serta tiga cincin, dengan kerugian berkisar Rp 80 jutaan," tandas AKP Noordianto.
- Berdasarkan keterangan dari para pelaku, emas yang diambil dari korban, Hj Wati telah dijual.
Berita Terkait
-
15 Tahanan Kabur dari Polsek Samarinda Kota Akhirnya Tertangkap
-
Heboh 15 Tahanan di Polresta Samarinda Kabur, Kok Bisa?
-
Tergiur Duit Sogokan, Begini Nasib 3 Polisi di Samarinda Bebaskan Tahanan Nyabu di Penjara
-
Gempar Pengakuan Aiptu Ismail Setor Duit Rp 6 M Ke Kabareskrim Dari Bisnis Tambang Ilegal, Diklaim Bukan Lagi Polisi!
-
Gagalkan Penyelundupan Sabu Jaringan Internasional, Polres Jakbar Tangkap Satu Kurir
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
-
Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?
-
Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line
-
DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia
-
Wapres Gibran Rakabuming Gunakan Motor Listrik saat Lakukan Kunjungan di Tanah Papua