- Menperin mengusulkan rancangan insentif dan stimulus otomotif 2026 kepada Kemenkeu untuk memperkuat ekosistem dan melindungi tenaga kerja.
- Stimulus komprehensif ini berfokus menjaga lapangan kerja serta merumuskan batasan harga yang lebih selektif bersama Gaikindo.
- Skema anggaran telah diperhitungkan agar manfaat ekonomi lebih besar, berpotensi mengarah pada pengembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan.
Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengambil langkah strategis untuk menjaga gairah pasar otomotif nasional pada periode tahun 2026. Melalui usulan rancangan insentif dan stimulus baru yang telah diajukan kepada Kementerian Keuangan, langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri sekaligus memberikan perlindungan nyata bagi tenaga kerja di sektor manufaktur.
Menperin menyampaikan bahwa usulan tersebut bertujuan untuk memberikan kontribusi besar bagi perekonomian negara.
“Kami sudah kirim dan tentu seperti yang selalu kami sampaikan bahwa program yang kami usulkan atas nama perlindungan tenaga kerja, dan juga kekuatan atau penguatan manufaktur bidang otomotif,” ujar Agus dikutip dari Antara pada Senin 5 Januari 2026.
Berbeda dengan skema bantuan pada masa pandemi yang bersifat darurat, stimulus untuk tahun 2026 ini dirancang lebih komprehensif serta terukur. Fokus utamanya adalah menjaga keberlangsungan lapangan kerja yang sangat bergantung pada keterkaitan hulu hingga hilir dalam industri kendaraan bermotor. Kemenperin bersama Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo juga mulai merumuskan batasan harga yang lebih selektif agar program ini tepat sasaran bagi masyarakat luas.
Menperin menegaskan bahwa prioritas kementeriannya adalah menjaga ekosistem yang sudah terbentuk agar tetap kokoh di tengah persaingan global. “Interest dari Kemenperin cuma satu yakni melindungi tenaga kerja yang ada di sektor otomotif, yang ada di ekosistem otomotif karena forward and backward linkage-nya sangat tinggi sektor otomotif itu terlalu besar, maka itu harus kita lindungi,” tambahnya.
Terkait aspek anggaran, Kemenperin menjamin bahwa skema ini telah melalui perhitungan matang sehingga tidak akan membebani keuangan negara atau menyebabkan defisit. Prinsip dasarnya adalah manfaat ekonomi yang dihasilkan harus jauh lebih tinggi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah.
“Kemenperin juga tentu tidak mau usulan yang kami usulkan itu kemudian membuat negara cekak atau defisit. Maka hitungan benefit-nya harus lebih besar dari cost yang disiapkan oleh negara,” kata Agus menjelaskan.
Jika sebelumnya insentif pajak atau PPnBM difokuskan pada kategori mobil murah atau LCGC dan kendaraan di bawah 1.500 cc, kali ini ada potensi penyesuaian regulasi yang lebih modern. Sinyal kuat diarahkan pada pengembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan yang sedang mengalami tren kenaikan di Indonesia. Dengan adanya stimulus ini, sektor otomotif diharapkan tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional bagi generasi muda dan para pelaku industri di kota-kota besar.
Baca Juga: Menperin Minta Insentif Sektor Otomotif ke Purbaya untuk Cegah PHK
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Trump Tetapkan Tarif Baru 10 Persen Usai Kesepakatan RI-AS, Indonesia Rugi?
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
4 Fakta Wajib Diketahui sebelum Beli Mobil Listrik, Berapa Daya Rumah Minimal?
-
Berapa Daya Minimal untuk Charger Mobil Listrik di Rumah? Simak Biaya Pasangnya
-
Sering Ngantuk Saat Riding di Bulan Puasa? Lakukan 3 Hal Simpel Ini Agar Tetap Aman
-
Stylo Versi Mewah, Ini Dia Skutik Retro Ala Eropa dari Honda dengan Fitur Modern
-
Agrinas Impor Pikap India saat Industri Otomotif Lokal Berjuang Hindari PHK
-
Warna Baru Yamaha Grand Filano Hybrid yang Makin Stylish untuk Anak Muda
-
Hati-Hati Surat Tilang Digital Palsu di WhatsApp, Kenali Ciri Pesan Resmi dari Korlantas
-
Mengapa Harus Impor CBU dari India Saat Kapasitas Manufaktur Lokal Masih Melimpah
-
Sinyal Kuat Genesis Masuk Indonesia Bocoran Harga Muncul di Situs Resmi
-
Awas Kehabisan Bensin! Kenali Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C Sebelum Mudik Lewat Tol