Otomotif / Mobil
Senin, 25 Mei 2026 | 14:59 WIB
Ilustrasi pengisian daya pada mobil listrik (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Peneliti Chinese Academy of Sciences mengembangkan baterai solid-state lithium-metal dengan kepadatan energi tinggi mencapai 451,5 Wh/kg.
  • Teknologi baru ini memungkinkan pengisian daya ultra-cepat dalam waktu tiga menit serta menjaga stabilitas selama 700 siklus.
  • Inovasi ini meningkatkan keamanan baterai dan menawarkan jarak tempuh lebih jauh dibandingkan teknologi baterai LFP yang ada.
Ilustrasi mobil listrik compact laris dari BYD, Changan, dan Geely. (Gemini AI)

Meski riset solid-state makin gencar, pasar baterai EV di China masih dikuasai teknologi LFP (Lithium Iron Phosphate). Data terbaru dari China EV DataTracker menunjukkan:

  • CATL memimpin dengan 19,53 GWh (38,9% pangsa pasar).
  • BYD di posisi kedua dengan 10,49 GWh (20,9%).
  • Gotion High-tech mencatat 4,03 GWh (8%), diikuti CALB 3,32 GWh dan Eve Energy 3,02 GWh.

Beberapa pemain menengah seperti Rept Battero Energy dan Zenergy mencatat pertumbuhan signifikan, bahkan Yinpai Battery berhasil naik lebih dari 100% secara tahunan.

Dampak bagi Konsumen dan Industri

Jika baterai solid-state 451,5 Wh/kg ini bisa dikomersialisasi, konsumen akan merasakan:

  • Waktu isi daya super cepat: hanya 3 menit untuk siklus penuh.
  • Jarak tempuh lebih panjang: hampir dua kali lipat dibanding baterai LFP saat ini.
  • Keamanan lebih tinggi: terbukti lewat uji penetrasi paku.

Bagi industri, pencapaian ini bisa mempercepat transisi ke kendaraan listrik dengan performa lebih baik, sekaligus menekan kekhawatiran soal “range anxiety” dan waktu pengisian yang lama.

Dengan riset yang semakin intensif dan target komersialisasi dalam waktu dekat, dunia otomotif tampaknya akan segera memasuki era baru baterai EV yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih bertenaga.

Load More