- Peneliti Chinese Academy of Sciences mengembangkan baterai solid-state lithium-metal dengan kepadatan energi tinggi mencapai 451,5 Wh/kg.
- Teknologi baru ini memungkinkan pengisian daya ultra-cepat dalam waktu tiga menit serta menjaga stabilitas selama 700 siklus.
- Inovasi ini meningkatkan keamanan baterai dan menawarkan jarak tempuh lebih jauh dibandingkan teknologi baterai LFP yang ada.
Meski riset solid-state makin gencar, pasar baterai EV di China masih dikuasai teknologi LFP (Lithium Iron Phosphate). Data terbaru dari China EV DataTracker menunjukkan:
- CATL memimpin dengan 19,53 GWh (38,9% pangsa pasar).
- BYD di posisi kedua dengan 10,49 GWh (20,9%).
- Gotion High-tech mencatat 4,03 GWh (8%), diikuti CALB 3,32 GWh dan Eve Energy 3,02 GWh.
Beberapa pemain menengah seperti Rept Battero Energy dan Zenergy mencatat pertumbuhan signifikan, bahkan Yinpai Battery berhasil naik lebih dari 100% secara tahunan.
Dampak bagi Konsumen dan Industri
Jika baterai solid-state 451,5 Wh/kg ini bisa dikomersialisasi, konsumen akan merasakan:
- Waktu isi daya super cepat: hanya 3 menit untuk siklus penuh.
- Jarak tempuh lebih panjang: hampir dua kali lipat dibanding baterai LFP saat ini.
- Keamanan lebih tinggi: terbukti lewat uji penetrasi paku.
Bagi industri, pencapaian ini bisa mempercepat transisi ke kendaraan listrik dengan performa lebih baik, sekaligus menekan kekhawatiran soal “range anxiety” dan waktu pengisian yang lama.
Dengan riset yang semakin intensif dan target komersialisasi dalam waktu dekat, dunia otomotif tampaknya akan segera memasuki era baru baterai EV yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih bertenaga.
Berita Terkait
-
Jangan Jadi 'Hama' SPKLU: 5 Dosa Fatal Pengguna Mobil Listrik yang Bikin Kesal
-
Honda Resmi Jual Super-ONE si 'Brio Listrik', Segini Harganya
-
BYD Bangun Pabrik di Eropa, Fasilitas Produksi VW Ikut Dicaplok
-
Apa Beda Lis Biru di Bawah vs Samping pada Pelat Mobil Listrik? Berikut Faktanya
-
Modal Chery Q Jawab Kecemasan Calon Pengguna Mobil Listrik di Indonesia
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol
-
BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik
-
Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional
-
Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali
-
Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07
-
Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal
-
Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium
-
Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros
-
Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat
-
Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta