Otomotif / Motor
Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:50 WIB
Usut Proyek BGN Era Dadan Hindayana, Kejagung Temukan Vendor Konveksi Suplai 21 Ribu Motor Listrik. [Suara.com/Iqbal]
Baca 10 detik
  • Vendor penyuplai motor listrik BGN ternyata juga memiliki bisnis konveksi dan alat olahraga. 
  • Kejagung temukan vendor tidak memiliki dealer maupun bengkel resmi yang aktif beroperasi. 
  • Terdapat dugaan markup harga pengadaan 21 ribu unit motor listrik senilai Rp 1 triliun. 

Pertanyaannya, jika 21 ribu motor ini mengalami kendala teknis atau penggantian baterai, ke mana armada BGN ini harus diservis?

Misteri Banderol Emmo JVH Max dan JVX GT

Selain masalah infrastruktur purnajual, harga unit yang ditawarkan turut menjadi sorotan. PT YAT menawarkan dua model utama untuk pengadaan ini, yakni Emmo JVH Max yang dipatok Rp 48,84 juta dan Emmo JVX GT seharga Rp 49,95 juta.

Angka ini terasa ganjil karena di situs resmi Emmo sendiri, banderol harganya justru tercatat lebih tinggi. Model JVH Max ditawarkan di angka Rp 48,9 juta, sementara seri JVX GT bahkan menembus Rp 58 juta.

Kombinasi antara vendor konveksi, bengkel yang belum beroperasi, dan selisih angka yang fantastis ini membuat megaproyek di era Dadan Hindayana tersebut menjadi salah satu skandal otomotif birokrasi paling menyita perhatian tahun ini.

Load More