Otomotif / Mobil
Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi speedometer mobil (Foto oleh Malte Luk dari Pexels)
Baca 10 detik
  • Daihatsu Indonesia menjelaskan bahwa getaran mesin pada putaran rendah atau stasioner mengganggu kenyamanan berkendara di kabin.
  • Penyebab utama getaran meliputi kerusakan dudukan mesin, masalah sistem pengapian, kotoran pada throttle body, serta gangguan bahan bakar.
  • Pemilik kendaraan disarankan segera melakukan pemeriksaan ke bengkel agar kerusakan dapat ditangani dengan biaya terjangkau.

Suara.com - Pernahkah Anda sedang asyik mengemudi di tengah kemacetan kota, lalu saat mobil berhenti di lampu merah, Anda merasakan getaran tidak wajar yang merambat hingga ke dalam kabin?

Bagi pemilik mobil yang sering menghabiskan waktu di balik kemudi untuk mobilitas harian, gejala ini tentu sangat mengganggu ketenangan.

Getaran mesin pada saat putaran rendah atau di bawah 1.000 RPM, baik dalam posisi diam maupun saat masuk gigi, adalah "sinyal" bahwa ada komponen kendaraan yang mulai minta perhatian lebih.

Situs resmi Daihatsu Indonesia mengungkapkan bahwa masalah ini sebaiknya tidak diabaikan karena bisa berdampak pada kerusakan komponen penting lainnya jika dibiarkan berlarut-larut.

"Pernah mengalami mobil bergetar saat RPM rendah? Tentunya hal ini akan mengganggu kenyamanan berkendaraan kamu, bahkan getaran tersebut terasa saat posisi mobil berhenti atau stasioner (idling)," tulis mereka.

Memahami apa yang terjadi di balik kap mesin adalah langkah cerdas bagi setiap pengendara agar tetap merasa aman dan nyaman di jalan raya.

Ilustrasi mesin mobil. (Pexels/Anna Shvets)

Lantas, apa saja yang menjadi pemicu utama getaran hebat tersebut? Penyebab yang paling sering ditemukan adalah kondisi engine mounting yang sudah mulai mengeras, retak, atau bahkan pecah.

Komponen yang terbuat dari perpaduan karet dan besi ini berfungsi sebagai dudukan mesin sekaligus peredam getaran agar tidak merambat ke sasis.

Seiring bertambahnya usia mobil dan paparan panas mesin yang terus-menerus, kekenyalan karet ini akan hilang sehingga getaran mesin langsung "curhat" ke kabin, terutama saat mobil dalam posisi stasioner atau masuk ke gigi D pada mobil matik.

Baca Juga: Fakta atau Mitos? Kupas Tuntas Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Beralih ke Kendaraan Listrik

Selain masalah pada dudukan mesin, sistem pengapian yang tidak beres juga menjadi tersangka utama.

Pembakaran yang tidak sempurna pada silinder mesin, entah karena busi yang sudah kotor dan aus atau koil pengapian yang melemah, akan membuat putaran mesin menjadi tidak stabil.

Masalah serupa juga bisa muncul jika komponen Throttle Body dan ISC (Idle Speed Control) Anda sudah tertutup kotoran karbon.

Debu yang menumpuk ini menghambat pasokan udara yang masuk ke ruang bakar, sehingga RPM mesin bisa turun di bawah batas normal dan memicu getaran hebat bahkan mesin mati mendadak.

Faktor lain yang perlu diwaspadai berkaitan dengan aliran tenaga dan bahan bakar. Bagi pengguna mobil manual, kampas kopling yang aus atau permukaan roda gila (flywheel) yang tidak rata bisa menyebabkan getaran yang terasa saat pedal kopling mulai dilepas.

Di sisi lain, suplai bahan bakar yang tersendat akibat filter bensin tersumbat atau pompa bensin yang mulai lemah juga membuat tenaga mesin turun naik tidak konsisten.

Load More