Suara ponorogo - Keluarga dari Bayi Tiara, seorang balita yang baru saja meninggal dunia, berbagi kronologi peristiwa yang mengharukan seputar kepergian sang bayi. Kronologi tersebut memberikan wawasan tentang perjuangan keluarga Tiara dalam merawat dan mencari pengobatan yang tepat untuk sang bayi yang tersayang.
Maya Mujayani warga Dusun Tanggur, Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang juga ibu bayi Tiara, menjelaskan bahwa, awalnya sang bayi mengalami gejala kembung dan demam selama tiga hari. Keluarga mengambil langkah pertama dengan membawanya ke bidan setempat untuk pemeriksaan medis.
Awalnya, masalah kembung dan sembuh, tetapi demam Tiara tidak kunjung reda. Akhirnya, keluarga memutuskan untuk membawa bayi tersebut kembali ke bidan, di mana demamnya sedikit mereda, tetapi dia juga mengalami muntah-muntah.
Ibu Tiara menyebutkan bahwa bayi tersebut menolak minum susu dan makanan. Khawatir dengan kondisi bayi yang semakin memburuk, Maya memutuskan untuk membawanya ke Puskesmas Badegan pada hari sebelumnya.
Begitu sampai di sana, bayi diberikan obat untuk membantunya tertidur, dan setelah bangun, sang ibu memberikannya apel yang hampir habis setengah, pisang yang habis satu, dan susu yang habis satu botol.
“Bangun saya kasih apel mau habis setengah, Lalu pisang habis satu, Mimik susu masih habis satu botol, Jam 12 tidur dan Jam 2 itu bangun” ungkapnya
Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Pada pukul 2 sore saat bayi tiara terbangun, keluarga merasa khawatir karena tubuhnya terasa dingin. Mereka mencoba memeluknya, namun bayi Tiara masih menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan.
Matanya terus berkedip-kedip dan akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa sang bayi ke depan rumah.
“Badannya dingin Semua dingin, Saya pangku masih cerik2 Ujug2 mata nya kelip2 Sama Mbah Kung digendong dibawa ke depan Tiara sudah tidak ada Nduk” terangnya
Baca Juga: 4 Keluhan Paling Umum yang Dialami Ibu Hamil Trimester 2, Tak Perlu Panik!
Dengan berat hati, keluarga menerima kenyataan pahit bahwa Bayi Tiara telah pergi untuk selama-lamanya. Sang ibu mengungkapkan bahwa sebelumnya sang bayi telah menjalani operasi pada kepala. Ia pun menjelaskan bahwa operasi tersebut dilakukan pada saat bulan puasa. Meskipun Bayi Tiara telah menjalani operasi yang berat, keluarga merasa bersyukur karena setelah operasi tersebut, kondisinya membaik.
Selama delapan bulan terakhir, Bayi Tiara sempat diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) sebagai bagian dari tahap perkembangan gizinya. Keluarga tersebut merawat sang bayi dengan penuh kasih sayang dan memberikan perawatan terbaik yang mereka mampu.
Kematian Bayi Tiara merupakan duka yang mendalam bagi keluarganya. Kronologi peristiwa ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh keluarga dalam merawat dan mengobati bayi mereka yang tersayang. Semoga Bayi Tiara diberikan tempat yang baik di sisi Allah dan keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi masa-masa sulit ini.
Berita Terkait
-
Bayi Tanpa Tempurung di Ponorogo Meninggal Dunia: Upaya Penanganan Medis Dilakukan, Namun Tak Berhasil"
-
Kisah Inspiratif: Dalang Sindu Parwoto dari Ponorogo Berangkat Haji Setelah Tertunda 3 Kali dalam Waktu 12 Tahun
-
Kontroversi Uji Coba E-Parking di Kabupaten Ponorogo: Kendala Operasional dan Kritik Petugas Parkir
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA