Suara Ponorogo - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo secara resmi telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Proses rekapitulasi DPT berlangsung pada Selasa, 20 Juni, di Kabupaten Ponorogo dan berjalan dengan lancar.
Data hasil rekapitulasi menunjukkan adanya 758.688 pemilih yang akan berpartisipasi dalam proses demokrasi mendatang di daerah ini.
Menurut Munajat, Ketua KPU Ponorogo, proses rekapitulasi DPT berlangsung dengan baik. "Kami telah berhasil mengumpulkan data dari 21 kecamatan, 307 desa, dan 2.893 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Ponorogo," ujarnya. Rabu (21/6/23)
Jumlah pemilih yang tercatat dalam DPT terdiri dari 376.754 pemilih laki-laki dan 381.934 pemilih perempuan, sehingga total keseluruhan mencapai 758.688 pemilih.
Namun, dalam DPT Pemilu 2024 ini terdapat penurunan jumlah Daftar Calon Sementara (DCS) jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.
Munajat menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor. "Pada tahun 2019, terjadi kenaikan jumlah pemilih dalam DCS. Kemudian, pada Pilkada 2020, terjadi penurunan jumlah pemilih. Hal ini menyebabkan perubahan dalam DPT kali ini," terang Munajat.
Selain itu, terdapat juga kasus pemilih yang berada di luar negeri dan harus mendapatkan status Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam DPT.
Munajat menyebutkan, "Kami menemukan adanya pemilih yang memiliki data ganda dan berada di lokasi di luar negeri. Oleh karena itu, mereka harus mendapatkan status TMS dalam DPT."
Baca Juga: Bebas Visa 159 Negara Dicabut Tapi VoA Hanya Rp500 Ribu, Netizen: Bule Tetap Berulah
Ketika ditanya mengenai masukan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait seorang pemilih di Sooko, Munajat menjelaskan bahwa pemilih tersebut memiliki alamat KTP di Sooko, namun nomor Kartu Keluarga (KK) yang dimilikinya masih menggunakan 13 digit.
Karena aturan yang berlaku, KPU tidak dapat memasukkan pemilih tersebut ke dalam Daftar Pemilih Tetap. Munajat mengungkapkan, "Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Capil) agar pemilih tersebut dapat mengurus administrasi dan memperoleh status sebagai daftar pemilih."
Selain itu, terdapat pula kasus pemilih yang telah pindah ke Nganjuk. Munajat menyampaikan, "Data pemilih yang telah pindah ke Nganjuk akan diserahkan ke pihak berwenang di Nganjuk, sehingga mereka tidak akan termasuk dalam DPT Ponorogo." Meskipun data fisik pemilih tersebut masih ada, namun data elektronik di sistem terhapus.
KPU Ponorogo telah melakukan koordinasi dengan Panitia Pemilihan Pemungutan Suara Keliling (PPPK) dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk membantu pemilih yang mengalami kendala administrasi.
Munajat menyatakan, "Kami berharap dengan adanya koordinasi ini, pemilih yang menghadapi masalah administrasi dapat segera mengurus administrasinya dan tetap menggunakan hak pilihnya."
DPT Pemilu 2024 yang telah ditetapkan oleh KPU Ponorogo dianggap final. Namun, Munajat mengungkapkan bahwa masih mungkin terjadi penambahan dan pengurangan jumlah pemilih yang masuk ke dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPT).
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Ngeri! Wasit Ditembak saat Pimpin Pertandingan Tarkam, Pelaku Buron
-
Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
-
5 Tablet Murah di Bawah Rp2 Juta yang Anti Lag buat Multitasking Harian
-
Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Kendaraan Dinas Baru
-
Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka
-
Kerja Sama PSSI dan FFF, Timnas Putri Indonesia U-17 akan Ditempa di Prancis
-
Viral Ibu-Ibu Labrak Selingkuhan Suami, Paksa Keluar Mobil hingga Tersungkur ke Aspal
-
OJK Jawa Tengah Konsolidasikan BPR, Target Industri Lebih Sehat dan Efisien
-
Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan