Poptren.suara.com - Hakim akhirnya memvonis untuk para terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua lebih tinggi dari tuntutan jaksa. Ferdy Sambo sang terdakwa divonis hukuman mati, dan istrinya, Putri Candrawathi dihukum 20 tahun penjara.
Dalam sidang pembacaan putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), hakim menjatuhkan vonis 13 tahun penjara untuk terdakwa Ricky Rizal Wibowo karena dinyatakan "terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan pembunuhan berencana".
Ajudan Ferdy Sambo itu dinyatakan terbukti melanggar pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Ini tentu mencoreng citra polisi sebagai pelindung masyarakat dan penjamin serta penjaga kepercayaan bagi masyarakat umum.
Tapi sudah, lupakan Ferdy Sambo dan antek-anteknya. Citra polisi pun sejatinya masih ditopang oleh deretan polisi-polisi yang berprestasi dan membanggakan di negeri ini.
Salah satunya dan tak mungkin terlupakan adalah sosok Jenderal Polisi yang cukup membanggakan dan mengharumkan negeri ini. Dialah Jenderal Hoegeng.
Jenderal Hoegeng Iman Santoso adalah seorang mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (kapolri) yang menjabat dari tahun 1965 hingga 1971. Ia lahir pada tanggal 8 Januari 1921 di Yogyakarta dan meninggal pada tanggal 4 Februari 1977 di Jakarta.
Karir Hoegeng dimulai pada masa penjajahan Belanda ketika ia bergabung dengan polisi kolonial. Setelah Indonesia merdeka, ia menjadi bagian dari kepolisian nasional dan naik pangkat hingga menjadi Jenderal.
Hoegeng dikenal sebagai seorang pemimpin kepolisian yang tegas dan kompeten, serta memiliki sikap anti-korupsi dan anti-kejahatan terorganisir.
Baca Juga: Ferdy Sambo Divonis Mati, Ini 2 Pertimbangan Hakim PN Jaksel
Sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Hoegeng memimpin sejumlah reformasi guna modernisasi dan peningkatan profesionalisme di dalam kepolisian. Selain itu, ia juga berhasil memerangi korupsi dan kegiatan ilegal lainnya, yang menghasilkan julukan "Baja dari Kepolisian Indonesia".
Karir Hoegeng dihormati oleh banyak orang karena keberaniannya dalam memerangi kejahatan dan korupsi, serta dedikasinya untuk penegakan hukum yang jujur dan adil.
Setelah ia meninggal, ia dihormati sebagai tokoh legendaris di Indonesia, yang masih terus mempengaruhi para pemimpin kepolisian di Indonesia hingga saat ini.
Sepak terjang Sang Jenderal
Sebagai seorang tokoh penting dalam sejarah Indonesia, terutama dalam bidang penegakan hukum dan kepolisian, berikut beberapa sepak terjang Hoegeng yang terkenal antara lain:
1. Menjabat Kapolri (1965-1971)
Pada tahun 1965, Hoegeng diangkat menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Soekarno yang telah pensiun.
Berita Terkait
-
Beda Kasus Sambo vs Soegeng Soetarto: Dua Jenderal Polisi yang Divonis Mati
-
Profil Jenderal Polisi Pertama yang Divonis Mati: Ternyata Bukan Ferdy Sambo
-
Coreng Citra Polri di Mata Masyarakat Dunia Jadi Hal yang Beratkan Ferdy Sambo hingga Divonis Mati
-
Tujuh Polisi Tewas di Lembah Kokain Peru
-
Polisi Khawatir Ada Ancaman Bom Saat Sidang Vonis Ferdy Sambo
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Lingkaran Setan Pernikahan Kelas Menengah India, Bayar Utang Bertahun-tahun Demi 1 Hari Pesta
-
Siapa Ustazah Mumpuni Handayayekti? Pendakwah NU yang Dilarang Bahas Politik di Ceramahnya
-
Shin Hae Sun Berpeluang Bintangi Drakor Misteri Hukum Baru Berjudul DASH
-
Solusi Beli Emas Tanpa Antre, Simak Cara Mudah Tarik Emas Fisik Lewat Mesin ATM
-
Balas Dendam Masalah Geng, Polisi Ciduk Dua Pelaku Penganiayaan Pelajar Berujung Tewas di Bantul
-
Bareskrim Terbitkan DPO Frendy Dona Sang Pengendali Narkotika Sabu dan Vape Etomidate
-
25 Kode Redeem FF Siang Ini 22 April 2026: Banjir Skin SG2, Bundle Langka, hingga Event Tebus Murah
-
Polisi Nekat Peras Tersangka Rp38 Juta Buat Tutupi Kasus Judi
-
Bela Rudy Masud, Waketum Golkar: Beliau Pemimpin Low Profile dan Tidak Anti Dialog
-
Bukan Hanya Fadly Alberto Hengga, Jejak Kekerasan Juga Menyeret Pemain Muda Ini